Jakarta, Semarak.News – Karya-karya literasi yang dibuat sejak dahulu hingga sekarang banyak diadaptasi dalam berbagai medium dan model kesenian yang lain, baik dalam pertunjukan maupun dalam bentuk dokumentasi. Karya-karya tersebut akhirnya tumbuh menjadi sebuah pertunjukan yang semakin dikenang, menjadi mahakarya bahkan menjadi bagian dari kultur pop.

 

Komunitas Salihara mencoba merangkum apa saja karya-karya itu? Mungkin anda salah satu penikmatnya? Atau anda mungkin tidak sadar bahwa semua karya tersebut berawal dari sebuah literasi?

 

  1. The Wizard of Oz (1900)

Dongeng tentang petualangan Dorothy dan anjingnya yang terbawa badai ke dunia ajaib “Oz” yang kita tahu dimulai dari novel anak-anak karya L. Frank Baum pada tahun 1900. Novel tersebut diadaptasi menjadi sebuah pertunjukan musikal pada tahun 1902 dan kemudian pada tahun 1939 karya tersebut menjadi sebuah film dengan judul yang sama dan merupakan sebuah film dengan adaptasi novel paling laris pada masanya.

 

  1. The Nutcracker and The Mouse King (1816)

Sebuah kisah dongeng yang dibuat oleh Ernst Theodor Amadeus Hoffman, seorang penulis roman dan fiksi dari Jerman ini, menjadi insipirasi dari para seniman lain untuk mengadaptasinya ke dalam sebuah pertunjukan tari balet yang disadur oleh Marius Petipa (Perancis) dan Lev Ivanov (Rusia) dan komposisi oleh Pyotr Ilyich Tchaikovsky. Pada saat ini karya tersebut merupakan salah satu gubahan paling populer dan sering dimainkan sepanjang masa dengan judul “Swan Lake”.

 

  1. Alexander Hamilton (2004)

Biografi tentang salah satu pendiri Amerika ini berhasil menuai kesan positif dari berbagai pembaca, buku ini kemudian memenangkan penghargaan Inaugural George Washington Books untuk sejarah Amerika awal dan menjadi nominasi untuk Penghargaan Lingkaran Kritikus Buku Nasional Amerika 2005 dalam segmen biografi. Karya ini diadaptasi menjadi sebuah pertunjukan drama-musikal oleh Lin-Manuel Miranda dan berhasil memenangkan banyak penghargaan salah satunya Pulitzer Prize for Drama.

 

  1. Bumi Manusia (1980)

Karya yang menjadi awal dari “Tetralogi Pulau Buru” ini merupakan salah satu karya dari Pramoedya Ananta Toer yang mempunyai banyak lika-liku selama publisitasnya hingga akhirnya sekarang sudah bisa dinikmati secara bebas dalam tigapuluh tiga Bahasa. “Bumi manusia” sendiri pernah diadaptasi menjadi sebuah pementasan teater yang cukup sering dimainkan oleh beberapa komunitas dengan judul yang sama. Karya ini juga diadaptasi dalam film dengan judul yang sama pada tahun 2018 dengan peyutradaraan oleh Hanung Bramantyo.

  1. The Proposal (1889)

Sebuah cerita pendek karya Anton Chekhov ini mengkisahkan tentang seorang laki-laki yang ingin melamar anak dari tetangganya namun berujung kepada situasi komedi yang dan drama dikarenakan perbedaan argument dan pendapat unik. Cerpen ini diangkat menjadi pertunjukan teater pada tahun 1890 dan menjadi salah satu pementasan yang sukses di St. Petersburg dan Moskow pada zamannya. Karya ini pernah diadaptasi poleh stasiun TV Australia pada tahun 1957 dan juga diadaptasi dalam bentuk film yang disadur oleh Syuyatna Anirun dan Jim Adhi Limas disutradarai oleh Syuman Djaya dan dimainkan oleh Benyamin S dan Rima Melati pada tahun 1976.

 

Kali ini, Komunitas Salihara yang akan mengadptasi karya “Pinangan” tersebut kedalam bentuk drama audio. Karya ini dimainkan oleh Andri Mashadi, Fransisca Desy, Ranggih Wukiranuttama dan disutradarai oleh Rukman Rosadi. Penyaduran yang mengambil suasana di tanah Pasundan ini menceritakan ketegangan antar para tokoh terhadap konflik yang membuat kita bisa berelasi terhadap ragam macam problema yang akan dilalui pada saat ingin memulai sebuah pernikahan. Agus Tubagus (Andri Mashadi) berencana melamar putri dari Rukmana Kholil (Ranggih Wukiranuttama) yaitu Ratna Kholil (Fransisca Desy), niatan baik itu berubah menjadi sebuah perseteruan yang merebutkan sebidang tanah, serta membela hewan peliharaan siapa yang paling pintar.

 

Drama Audio ini bisa anda dengarkan mulai dari Sabtu, 08, Agustus, 2020 melalui Spotify dan Apple Podcast. Mari kita terjun ke dalam problema umum yang sejak dahulu hingga sekarang masih relevan dengan kehidupan masyarakat pada saat ingin memulai berkeluarga, yaitu “Pinangan”. (DK)

LEAVE A REPLY