Jakarta, Semarak.News – Keputusan mengejutkan datang dari Arab Saudi, yakni soal menghentikan penerimaan kedatangan para jamaah umrah. Hal ini disebabkan semakin kencang kabar penyebaran virus corona di wilayah Timur Tengah dan sekitarnya.

Pihak pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa penutupan akses menuju negara mereka hanya bersifat sementara. Keputusan ini akan terus ditinjau oleh otoritas kesehatan setempat untuk menanggulangi dampak buruk dari pandemi Virus Corona.

Diketahui pada Rabu (26/2), ada tujuh turis asal Bahrain dan Kuwait yang terinfeksi virus corona memasuki bandara di Jeddah dan Madinah. Pada saat yang sama, Kementerian Kesehatan Bahrain juga menyurati Pemerintah Arab Saudi bahwa enam wanita yang mempunyai paspor Saudi telah melewati tes kesehatan dan positif terjangkit virus corona.

Beragam kejadian yang dialami ini membuat pemerintah Arab Saudi segera melakukan tindakan preventif untuk melindungi warga negaranya. Lantas bagaimana dengan respon pemerintah Indonesia menyikapi kabar ini?

Menag Fachrul Razi Menjamin Keamanan Para Jamaah

Menteri Agama Fahrul Razi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto akan terus melakukan pengawasan dan peninjauan terhadap kebijakan Arab Saudi. Jika memang jalan terbaik adalah untuk menutup akses, hal ini akan ditaati.

Menteri Agama, Fachrul Razi. Sumber: Kumparan.

Jika sebelumnya Kementerian Agama (Kemenag) merasa bahwa penutupan akses tersebut hanyalah isu, namun pada hari ini Kementerian Luar Negeri Arab Saudi sudah merilis keputusan resmi melalui akun Twitter-nya.

Kemenag pun meminta para jamaah umrah untuk bersabar selagi menunggu kepastian. Usaha diplomasi masih akan dilakukan kepada protokoler penerimaan turis pemerintah Arab Saudi.

Respons Presiden Joko Widodo

Selaku kepala negara, Presiden Joko Widodo mengharapkan kesabaran dan mengajak masyarakat untuk menghormati kebijakan yang diambil oleh negara lain, termasuk kebijakan penutupan akses umrah oleh Arab Saudi.

Presiden RI, Joko Widodo. Sumber: Kumparan.

Presiden Jokowi juga menjelaskan bahwa ia akan terus memantau perkembangan informasi ini. Karena ke depannya, kebijakan ini akan menyangkut hajat ibadah haji umat muslim di Indonesia.

Konsul Jenderal RI untuk Jeddah juga akan terus memantau serta bertanggungjawab langsung kepada Presiden Jokowi untuk pengawasan kesehatan WNI yang berangkat menuju Arab Saudi atau pulang ke Indonesia.

Kerjasama KBRI dan Amphuri

Menurut Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri), ada sekitar 200 ribu jemaah umrah yang terpaksa tertunda dalam waktu dekat karena kebijakan ini. Namun, pihaknya akan terus bekerjasama dengan Kedubes RI di Arab Saudi untuk mencari titik terang dan menunggu konfirmasi pencabutan penutupan akses ini.

Amphuri beserta KBRI sudah menjabarkan kepada otoritas pelaksana haji di Arab Saudi bahwa Indonesia telah dikonfirmasi menjadi negara yang aman dari wabah Virus Corona. Hal itu menjadi dasar untuk terus memperjuangkan visa para jemaah umroh ataupun haji dari Indonesia.

Sumber: https://kumparan.com/berita-hari-ini/umroh-disetop-akibat-virus-corona-bagaimana-nasib-jemaah-haji-tahun-ini-1svCBBsJvwH

LEAVE A REPLY