Jakarta, Semarak.News – Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengatakan kesiapan daerahnya sebagai Kawasan Industri Khusus (KIK) dalam menyambut investasi yang akan dilakukan Chayil Energy.

Chayil Energy merupakan perusahaan berbasis di Eropa yang bergerak pada industri Petrokimia siap berinvestasi dengan nilai mencapai US$ 2 miliar atau setara Rp 28,8 triliun.

Pertemuan yang dilakukan antara Bupati Kasihiw dengan Vice President Human Resource Chayil Energy Maya menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain mengenai kesiapan Teluk Bintuni dengan tenaga tersertifikasi baik di level soft skilled, semi skilled maupun non-skilled sebagai penunjang operasional industri ini.

“Saya mengajukan proporsi 70% pekerja di industri petrokimia adalah orang atau tenaga kerja dari Teluk Bintuni, Papua Barat serta Papua,kami di Teluk Bintuni, dan Papua pada umumnya punya kekayaan alam yang begitu besar namun sampai saat ini, masyarakat minim mendapatkan manfaat terutama dari segi penyerapan ketenagakerjaan,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Minggu (12/7).

Ia optimistis hadirnya Chayil Energy akan membawa iklim baru yang positif bagi Teluk Bintuni terutama karena Komitmen dari Chayil Energy untuk menyerap tenaga kerja dari Teluk Bintuni.

Teluk Bintuni sudah sangat siap dengan pekerjanya di bidang teknik industri, Migas dan Konstruksi dan merupakan satu satunya daerah yang menyediakan Lembaga Pelatihan dan Pendidikan Vokasi.

Pusat Pelatihan Teknik Indutri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni merupakan sarana pelatihan bagi masyarakat Teluk Bintuni untuk mengembangkan kompetensi mereka di bidang industri, migas serta konstruksi.

P2TIM Teluk Bintuni yang merupakan program dari pemerintah daerah, dioperasikan oleh salah satu provider pelatihan terkemuka di Indonesia dan menjamin kapabilitas di dunia industri.

Salah satu yang menjadi jaminan kualitas lulusan dari P2TIM adalah mereka dipersiapkan dan teruji oleh Badan Sertifikasi Profesi Nasional dan internasional seperti BNSP, ECITB serta Opito, total sertifikat yang dimiliki oleh lulusan P2TIM Teluk Bintuni Petrotekno adalah 18 buah.

Tiap 3,5 bulan, P2TIM meluluskan kurang lebih dari 100 anak, ia berharap komitmen Chayil Energy bisa betul dijaga terutama untuk masalah perekrutan serta dampak lingkungan, hadirnya industri di Teluk Bintuni dapat memberikan nuansa positif dan berbeda bagi masyarakat.

Sumber: https://investor.id/business/teluk-bintuni-siap-sambut-investasi-chayil-energy

LEAVE A REPLY