Sorong, Semarak.News – Mengakhiri liburan panjang pergantian tahun, tempat wisata kembali ramai dipadati pengunjung, salah satunya Tanjung Kasuari, Minggu (5/1).  Salah satu pengunjung, Niken mengaku senang berlibur ke pantai. Selain bisa berkumpul dengan keluarga memanfaatkan waktu libur, pantai menjadi alternative tempat wisata yang murah. “Kesini sama keluarga, bawa anak-anak liburan, besok sudah kerja, anak-anak sudah sekolah,” katanya.

Berwisata ke Tanjung Kasuari bukan kali pertama bagi Niken. Sebelumnya, libur 1 Januari lalu, Niken dan keluarga juga berlibur ke Tanjung, namun siatuasi saat itu sangat ramai. “Waktu tanggal 1 Januari itu ramai sekali, kalau sekarang (Minggu, red) kurang ramai, ombak juga besar,” jelasnya.

Meski biaya masuk ke Tangkas murah, Rp 20 ribu untuk motor, Rp 50 ribu untuk mobil dan Rp 100 ribu untuk truk, namun Niken berharap agar kebersihan di Tanjung Kasuari diperhatikan. “Kalau boleh sampah-sampahnya diperhatikan, yang datang juga harusnya bisa bijak buang sampah,” ucapnya.

Mama Piet, pedagang kelapa muda di Tanjung Kasuari bersyukur dan senang saat hari libur tiba, karena penjualannya bisa meningkat 10 kali lipat dari biasanya. Ban yang ia sewakan juga banyak digunakan. “Kalau ban besar Rp 50 ribu, kecil Rp 20 ribu, pakai sepuasnya, saya sediakan 20 ban,” katanya.

Kelapa Muda yang dijualnya merupakan hasil kebunnya sendiri, dijual dengan harga Rp 10 ribu per buah. Berdagang Kelapa Muda sudah lama ditekuni bersama suaminya. “Jual kelapa muda ini sudah lama, tapi sekarang bantu-bantu suami saja,” ucapnya.

Sementara itu, pimpinan area Tanjung Kaswari, Hasan Sukametan mengatakan animo warga masyarakat berkunjung ke Tanjung Kaswari saat ini normal seperti hari libur biasanya. Lain halnya saat tanggal 1 dan 2 Januari 2020 lebih banyak, 3.000 sampai 4.000 orang. “Kalau hari Minggu (5/1) ini normal saja, hanya sekitar 1000 masyarakat yang berkunjung,” jelasnya kepada Radar Sorong, kemarin.

Hasan mengatakan, untuk masuk di Tanjung Kaswari, pengunjung tidak diberikan karcis, melainkan masih menagih jasa, sebab Tanjung Kaswari dikelola pihak pemilik area tersebut. Pengunjung yang menggunakan truk atau bus, dikenakan biaya Rp 100. 000, mobil Rp 50.000 dan motor Rp 20.000. “Kami disini menawarkan berbagai fasilitas yakni tempat untuk bilas untuk atau membersihkan dari bagi para pengunjung yang mandi air laut, ada perahu dayung, ban dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Guna menarik animo pengunjung, Hasan mengutamakan kebersihan area pantai Kasuarinya sebab hal tersebut menjadi daya tarik bagi para pengunjung, namun kedepannya dirinya merencanakan untuk menambahkan berbagai fasilitas umum seperti menambah kamar mandi dan kolam renang. “Hari ini yang masyarakat yang berkunjung jumlahnya normal yakni 1000 lebih seperti hari Minggu biasanya,” ungkapnya.

Berbeda dengan Tanjung Kawasri, Koran ini pun berkunjung di salah satu pantai yang terpencil terletak di Tanjung Batu, Lorong Klabsik. Menurut salah satu pengelola yang namanya enggan dikorankan, hari Minggu terakhir sebelum memasuki hari kerja ini memang sangat ramai dibandingkan hari-hari Minggu lainnya. “Hari ini ramai sekali, ini bisa mencapai ratusan pengunjung yang datang. Kalau hari Minggu yang bukan hari besar itu pengunjung kurang,” ungkapnya.

Untuk masuk di pantai Klasbik, pengunjung yang menggunakan sepeda motor dibandrol dengan harga Rp 20.000 sedangkan yang menggunakan mobil Rp 30.000.  Salah satu pengunjung dari Kabupaten Sorong, Yani, yang menikmati keindahan Pantai Klasbik, menilai angina kencang dan ombak yang begitu besar menambah keindahan pantai tersebut. “Saya bersama teman-teman ke sini karena disini bagus lah dan ini juga baru kali pertamanya saya ke sini,” ucapnya.

Sumber: https://www.radarsorongnews.com/2020/01/06/tanjung-dipadati-pengunjung/

LEAVE A REPLY