Sri Mulyani Siapkan Dana Rp12 T untuk BPJS Kesehatan

Sri Mulyani Siapkan Dana Rp12 T untuk BPJS Kesehatan

0
10

Jakarta, Semarak.news – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencanangkan suntikan dana sebesar Rp12 triliun untuk BPJS Kesehatan. Nantinya, dana ini bisa digunakan untuk membayar hutang kepada rumah sakit.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pencairan dana sebesar Rp4 triliun biasanya dilakukan setiap bulan secara berkala, namun kali ini sengaja dibayarkan sekaligus selama 3 bulan pada awal tahun. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kerja operasional BPJS Kesehatan.
“Belanja bansos juga akan di-frontloading-kan. Seperti BPJS Kesehatan untuk Februari, Maret, dan April segera dicairkan Rp 12 triliun. Agar mampu meningkatkan kemampuan bayar tagihan yang saat ini masih outstanding Rp 15,5 triliun,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Ia juga mengungkapkan bahwa pada bulan Januari 2020, pemerintah sudah mengeluarkan dana sebesar Rp4 triliun kepada BPJS Kesehatan yang diharapkan dapat menunjang perekonomian secara keseluruhan. Pada tahun ini, pemerintah sudah menyiapkan dana sebesar Rp48 triliun untuk BPJS Kesehatan. Dana ini nantinya akan digunakan untuk membayar iuran kelas Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang berjumlah 96,8 juta orang.
Angka defisit yang terlalu besar membuar BPJS Kesehatan kesulitan untuk membayar tagihan terutama kepada 5.000 mitranya. Untuk itu, Sri Mulyani berharap dengan adanya suntikan dana tersebut dapat memperingan beban dan kewajiban BPJS Kesehatan.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan mempercepat proses pembersihan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) guna menjamin penerima PBI merupakan golongan masyarakat yang kurang mampu. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang telah disepakati bersama pada 24 Oktober 2019 oleh Presiden Jokowi atas usulan dari DPR. Dalam peraturan tersebut, telah ditetapkan bahwa pemberlakuan tarif baru mulai 1 Januari 2019.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY