Jakarta, Semarak.News – Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Papua akan masuk dalam skema investasi hijau atau  Green Investment.

Investasi ini merupakan konsep investasi ramah lingkungan yang sedang dioptimalkan oleh pemerintah.

“Kami ingin partner untuk menggarap kekayaan alam Papua sehingga sehingga menjadi komoditi ekspor yang sangat berharga,” kata Teten dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (26/2/2020).

Hari ini juga, digelar acara Forum High Level Meeting on Green Investment for Papua and West Papua di Sorong.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan membuka acara tersebut.

Teten yang hadir dalam acara itu mengatakan, bahwa produk UMKM berbasis kekayaan alam merupakan komoditas yang harus memiliki nilai tambah.

Produk yang ia maksud mulai dari produk perikanan, tuna, kerapu, produk pertanian mulai dari kopi, kakao, vanilla, pala dan buah-buahan.

Teten menyebut kekayaan alam jika mendapat nilai tambah akan menjadi produk bernilai tinggi.

Ia mencontohkan garam pohon dari Papua setelah mendapat inovasi dijual dengan harga Rp500 ribu per kilogram.

“Jadi saya kira tinggal pemerintah daerahnya segera mendampingi para pelaku usaha ini untuk bisa mengajukan pembiayaan mulai dari KUR, ada BLU LPDB dan skim pembiayaan lainnya,” kata dia.

Pemerintah menilai, produk unggulan berbasis kekataan alam perlu dikelola dalam wadah koperasi. Melalui koperasi akan lebih mudah mengembangkan usahanya.

Rencananya, Kemenkop UKM akan membuat model bisnis terkait pengembangan usaha tersebut.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2020/02/27/213100426/green-investment-pemerintah-lirik-umkm-papua.

LEAVE A REPLY