OJK-BEI Harus Jaga Integritas dan Profesionalitas

OJK-BEI Harus Jaga Integritas dan Profesionalitas

0
7
Ilustrasi : Presiden Joko Widodo

Jakarta, Semarak.News – Presiden Joko Widodo meminta otoritas bursa saham yang terdiri atas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) segera membersihkan praktik-praktik jual beli saham yang tidak benar.

“Dalam kesempatan ini saya berpesan dan mendukung otoritas bursa, OJK, BEI segera membersihkan bursa dari praktik-praktik jual beli saham yang tidak benar. Jangan kalah dengan yang jahat-jahat. Hati-hati,” kata Presiden Joko Widodo di Gedung BEI Jakarta, Kamis (2/1).

Presiden menyampaikan hal tersebut saat Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2020 yang juga dihadiri Direktur Utama BEI Inarno Djajadi, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan pejabat terkait lainnya.

“Harus bersih, berintegritas, berani. Ini sangat penting karena bursa yang bersih dan berintegritas akan membawa kita ke depan lebih baik dan lebih maju,” ujar Presiden.

Presiden mengakui untuk pembersihan tersebut mungkin bursa saham Indonesia akan mengalami sedikit guncangan. Presiden menegaskan tidak boleh ada pihak yang melakukan aksi “menggoreng saham”.

“Jangan sampai ada lagi dari Rp 100 digoreng menjadi Rp 1.000, digoreng menjadi Rp 4.000. Ini menyangkut kepercayaan yang akan kita bangun. Praktik ‘goreng-goreng’ saham yang menimbulkan korban dan kerugian, tidak boleh ada lagi,” kata Presiden.

Presiden pun memerintahkan otoritas terkait agar memberikan perlindungan optimal kepada investor. “Manipulasi pasar dan transaksi keuangan yang menjurus pada fraud dan kriminal harus ditindak tegas.”

Transaksi yang Transparan, Terpercaya, dan Valid

Presiden juga meminta otoritas bursa menciptakan sistem transaksi yang benar-benar transparan, terpercaya, dan valid.

“Ini sekali lagi penting untuk meraih kepercayaan investor, baik dalam maupun luar negeri. Ini penting sekali. Kita harus membangun sebuah ekosistem yang baik, sebuah atmosfer yang baik,” kata Presiden.

Presiden mencatat pada 2019 ekonomi dan kinerja pasar modal juga menggembirakan. “Aktivitas pencatatan saham mencapai 55 pencatatan perusahaan baru. Ini prestasi penting karena tertinggi di ASEAN dan tertinggi ke-7 di dunia. Penggalangan dana jangka panjang melalui BEI juga mencapai Rp 877 triliun, ini juga jumlah tertinggi yang pernah dicapai,” ujar Presiden.

Artinya jumlah investor juga meningkat dan Indonesia juga meraih banyak penghargaan dari dunia internasional. “Kepercayaan yang begitu besar dari berbagai pihak harus kita jaga,” kata Presiden. (HRN/DSP)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY