Jakarta, Semarak.News – Konsorsium PT. Cardig Aero Services, Changi Airport International PTE LTD, dan Changi Airports Mena PTE LTD berhasil memenangkan lelang, Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) Bandara Komodo, Labuan Bajo. Total investasi untuk proyek bandara ini mencapai Rp1,2 triliun dengan masa konsesi 25 tahun.

Bandar Udara Komodo akan menjadi bandar udara pertama di Indonesia yang menggunakan skema proyek KPBU dengan partisipasi investor asing.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan dukungannya kepada Kementerian Perhubungan, selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK), melalui salah satu Special Mission Vehicle yaitu PT PII.

Pada bulan November 2019, PT PII telah menerbitkan pernyataan kesediaan penjaminan (In Principle Approval/IPA) kepada proyek Bandar Udara Komodo.
“PT PII sebagai penyedia penjaminan dalam struktur proyek Bandara Komodo,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat konferensi pers di Aula Djuanda I Kemenkeu, Jakarta, Kamis (26/12).
Ruang Lingkup yang termasuk dalam kerja sama Proyek KPBU Bandar Udara Komodo adalah merancang, membangun dan membiayai pembangunan. Pembangunan fasilitas sisi udara yang meliputi perpanjangan dan perkerasan landasan pacu, penambahan apron, stopway dan RESA. Selain itu, ada pembangunan fasilitas sisi darat meliputi perluasan terminal penumpang domestik, pembangunan terminal penumpang internasional. Kantor dan gedung, serta fasilitas pendukung lainnya juga dilakukan perluasan.
Pemenang proyek ini harus memelihara seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo selama masa kerjasama. Selain itu, pemenang juga harus menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo kepada PJPK pada saat masa kerjasama berakhir.
Pengembangan Bandara Labuan Bajo dilakukan dalam rangka menyukseskan dan menunjang Kawasan Labuan Bajo di NTT, sebagai salah satu kawasan destinasi pariwisata super prioritas. Salah satu tujuan dari proyek ini adalah meningkatkan jumlah penumpang sampai dengan 4 juta penumpang dan kargo sebesar 3.500 ton pada tahun 2044, serta untuk memperluas konektivitas nasional dan internasional. (HRN/DSP)

LEAVE A REPLY