Jayapura, Semarak.News – Kantor Wilayah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua mengharapkan pembuatan atau pengurusan sertifikat tanah di daerah itu sepenuhnya sudah dapat dilakukan secara daring pada akhir 2020 nanti.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Provinsi Papua Arius Yambe mengatakan, hal itu sebagai upaya penerapan digitalisasi yang telah diinstruksikan oleh pemerintah pusat.

“Kami sudah diinstruksikan menggunakan aplikasi tersebut, dan ada beberapa kegiatan yang sudah menerapkannya, seperti proses jual beli tanah, pengecekan, serta lain sebagainya,” katanya di Jayapura, sebagaimana diwartakan Antara, Kamis (10/1).

Dia mengaku masih terdapat kendala untuk menerapkan program pengurusan sertifikat tanah dengan aplikasi daring. Sampai sekarang belum tersedia dukungan data yang lengkap.

“Karena datanya banyak sekali, maka prosesnya sambil berjalan karena jika menunggu semuanya terentri maka tahapannya tidak dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sampai saat ini masing-masing kantor pertanahan harus mengentri data yang ada satu per satu. Hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Namun, kami terus mengupayakan agar proses memasukkan data ke dalam aplikasi dapat diselesaikan pada akhir 2020, sehingga ke depan masyarakat sudah dapat menggunakannya secara maksimal,” katanya.

Ke depan, masyarakat Papua tidak harus datang ke kantor pertanahan untuk melakukan pengurusan sertifikat tanah.

Masyarakat cukup mengurusnya secara daring, lalu mencocokkan data dengan instansi terkait. Misalnya dengan Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu maupun Dinas Pendapatan Daerah. Dengan demikian, prosesnya menjadi lebih cepat.

Sumber: https://www.validnews.id/Warga-Papua-Diupayakan-Bisa-Urus-Sertifikat-Tanah-Lewat-Aplikasi-vTa

LEAVE A REPLY