Sorong, Semarak.News – Organisasi nirlaba EcoNusa Foundation mendorong pengembangan potensi ekowisata di Papua. Program Associate Pengelolaan SDA EcoNusa Aloysius Numberi mengatakan, Papua memiliki berbagai destinasi ekowisata unggulan.

Pada webinar besutan EcoNusa dan LSPR akhir pekan silam, Aloysius menjelaskan batasan definisi ekowisata. Ekowisata artinya melakoni wisata sekaligus menjalankan tanggung jawab menjaga alam dan keberlanjutan sosial ekonomi masyarakat.

Aloysius menyampaikan, ekowisata mengusung lima prinsip, yakni prinsip wisata, edukasi, konservasi, pelibatan masyarakat, dan ekonomi. Kelima prinsip tersebut sangat mungkin diterapkan dalam pengembangan wisata di Papua.

“Saya pikir mengapa harus menerapkan ekowisata di Tanah Papua, karena keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, berperan penting untuk kehidupan berkelanjutan masyarakat. Tanah Papua juga kaya akan budaya dan dihuni ratusan suku asli,” ujarnya.

Ada berbagai jenis ekowisata di tempat yang dijuluki pulau surga itu. Terdapat wisata berbasis budaya, wisata alam perairan (bahari), dan kawasan hutan alam (terestrial). Semuanya memiliki pesona masing-masing yang saling melengkapi.

Contoh wisata budaya yakni Festival Lembah Baliem, Festival Biak Muara, dan Rumah Pohon Suku Korowai. Pelancong yang hendak menikmati pemandangan laut bisa datang ke Kampung Wisata Arborek, Kampung Wisata Namatota, dan Kepulauan Padaido.

Sementara, penyuka wisata hutan alam dapat bertandang ke Kampung Wisata Malagufuk atau Lorikeet Bird Watching Pegunungan Papua. Masih terdapat banyak potensi wisata di Papua yang berperan menciptakan bisnis berkelanjutan ramah lingkungan.

“Melalui ekowisata, masyarakat akan mendapat manfaat ekologi dan ekonomi secara bersamaan. Karena dengan menjaga kelestarian hutan, laut, dan pesisir sebagai objek wisata alam akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dan kunjungan wisatawan yang datang,” kata Aloysius.

Sumber: https://republika.co.id/berita/qdrrb6463/kawasan-ekowisata-papua-berpotensi-dikembangkan

LEAVE A REPLY