Sorong, Semarak.News – Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) mempunyai potensi hutan tanaman sagu seluas 311.591 hektar dan potensi sumber daya alam (SDA) lainnya. Namun sayangnya potensi kekayaan alam ini belum dikelola secara maksimal oleh pihak terkait, termasuk masyarakat. Padahal kalau dikelola secara maksimal, dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sorsel sekaligus memberdayakan ekonomi rakyat. Untuk itulah masyarakat perlu diberikan pemahaman dan pengetahuan supaya bisa memanfaatkan pengembangan teknologi yang ada untuk mengelola potensi SDA menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Demikian Wakil Bupati (Wabup) Sorong Selatan (Sorsel), Drs. Martinus Salamuk saat membuka lokakarya Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (ITG) bertempat di Auditorium GKI Martin Luther Wermit baru-baru ini.

Lanjut Wabup Mavtinus Salamuk, masyarakat kita selama ini hanya tahu mengolah sagu menjadi makanan yakni papeda. Padahal dengan bahan sagu bisa dibuat mie sagu, berbagai jenis kue dan hasil olahan makanan lainnya. Untuk itulah pihaknya berharap, kegiatan lokakarya dan pengembangan ‘I’l‘G tersebut kiranya bermanfaat bagi peningkatan ekonomi keluarga. Narasumber yang dihadirkan untuk memberi materi diharapkan memberikan materi secara baik, sehingga mudah dipahami peserta. Kepada peserta juga diharapkan mengikuti kegiatan dimaksud dengan serius, sehingga bisa ditindaklanjuti dan berdampak bagi peningkatan ekonomi keluarga.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Perekonomian Daerah (Perekda) Setda Sorsel ini diikuti peserta dari kelompok organisasi perempuan dan mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Sorong Selatan (Akness). Sementara narasumbe dosen Universitas Negeri Papua (Unipa) Manokwari dan dosen Akness. Diharapkan melalui kegiatan ini pemahaman dan pongetahuan masyarakat meningkat, sehingga bisa memanfaatkan pengembangan teknologi yang ada.

Sumber: Radar Sorong

LEAVE A REPLY