DPD GARDA NKRI SULUT : Torang Tolak! Cegah! Berantas! Narkoba!!!

Manado, Semarak.news – DPD Garda NKRI Sulut kembali mengadakan Seminar untuk membangun rasa nasionalisme. Seminar Bahaya Narkoba dikalangan Generasi Muda ini bertujuan untuk mengambil langkah dalam memerangi narkotika terutama oleh kalangan generasi muda, guna menjadikan kalangan remaja Indonesia menjadi generasi yang terpelajar berprestasi dan berkarakter tanpa menggunakan narkoba. (19/4)

Dipandu oleh moderator sebagai Kartini Muda Indonesia Nur Halimah, mengundang narasumber dari berbagai elemen seperti Kepala BNN Kota Manado Eliasar Supacoly, Penyidik Maya Ditres Narkoba Polda Sulut Alfrest Mongi dan Plt. Bidang P2P Dinkes Prov. Sulut Nova Wuisan.

Seminar tersebut juga dibuka oleh Ketua Panitia Meikel Eki Pontolondo, turut serta hadir Korwil Garda NKRI Sulut Vino Mongkau dan Ketua DPD Garda NKRI Sulut Sumarlin Bachtiar.

Seminar berlangsung dengan sangat menarik yang dibuka dengan Yel-Yel khas dari Kepala BNN Kota Manado. Dalam seminarnya, beliau mengatakan Indonesia saat ini dalam keadaan darurat narkoba, ada 3 kasus besar yang mengancam di Indonesia yakni Korupsi, Terorisme dan Narkoba.

“Berbicara Indonesia dalam keadaan darurat, pada 2015 penyalahgunaan Narkoba mancapai 6-7 Juta pengguna narkoba, dan saat ini semakin meningkat”, tambahnya.

Nova Muisan menyatakan dampak penggunaan Narkotika merupakan masalah yang sangat kompleks dan perlu kedisiplinan untuk menangguangi hal tersebut.

“Depresi dan anxietas atau yang sering disebut dengan kecemasan dapat menyebabkan penyakit-penyakit lain seperti HIV, Hepatitis dan penyakit lain seperti Kejiwaan”, jelasnya.

Faktor NAPZA di Sulut cukup tinggi, 74% laki-laki dan 26% perempuan sudah menggunakan narkotika, tingginya angka tersebut didukung oleh penggunaan yang digunakan oleh anak-anak berusia 10-15 tahun dan pekerja-pekerja di pemerintahan maupun swasta.

Alfrest Mongi mendukung pernyataan tersebut dengan menyampaikan bahwa anak berusia 10-15 tahun sangat rentan terkena “canduan narkoba” dikarenakan banyaknya oknum-oknum yang sengaja mengedarkan, disamping itu kurangnya peran dan sikap orang tua dalam memperhatikan anak semakin menambah permasalahan dalam penggunaan Narkotika.

“Narkoba itu bagaikan teori gunung es yang dimana ujungnya terlihat sedikit, namun didalamnya sangat banyak pecandunya. Negara china sedang meniru metode pertempuran proxy war dengan mengirimkan Narkotika ke Indonesia”, pungkasnya. (IA)

TINGGALKAN BALASAN