Hanoi, Semarak.news – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donlad Trump untuk kedua kalinya bertemu dalam KTT AS – Korut Jilid 2 di Metropole Hotel, Hanoi, pada Rabu malam (27/2) sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Pertemuan ini akan menjadi pertemuan puncak kedua mereka setelah KTT Singapura, Juni lalu

Keduanya sempat berjabat tangan, berfoto di depan para awak media, kemudian melakukan tanya jawab dengan reporter. Ketika ditanya reporter apakah ia akan menyerah terhadap upaya denuklirisasi total, Trump menjawab “tidak”.

Ia melanjutkan bahwa kita akan lihat apa yang terjadi nanti soal kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Trump mengatakan kepada reporter yang hadir bahwa ia dan Kim “punya hubungan yang sangat baik”.

Sedangkan Kim tidak terlalu banyak bicara. Ia sempat tertangkap kamera tersenyum singkat. Kim menilai pertemuan tersebut adalah hasil dari “keputusan berani” yang diambil Trump.

Sementara itu, Trump menolak menjawab pertanyaan jurnalis mengenai pernyataan mantan pengacaranya, Michael Cohen, yang menuduhnya telah berbuat curang saat Pilpres 2016. Ia hanya menggelengkan kepala.

Jamuan makan malam di KTT Amerika-Korut di Hanoi, Vietnam (27/02)

Trump dan Kim mengobrol selama 20 menit, sebelum melanjutkan makan malam. Mereka menikmati jamuan makan malam bersama Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney, sementara Kim Jong-un membawa serta Wakil Ketua Partai Pekerja Korea Kim Yong Chol dan Menteri Luar Negeri Ri Yong Ho. Kim Jong-un dan Donald Trump disebutkan “berbagi banyak cerita menarik”.

“Kami membuat banyak kemajuan,” kata Trump tentang pertemuan puncak pertama mereka. “Saya pikir kemajuan terbesar adalah hubungan kami, benar-benar bagus.”

Ditanya apakah KTT ini akan menghasilkan deklarasi politik untuk mengakhiri Perang Korea, Trump mengatakan: “Kita akan lihat.”

Kim mengatakan dia “yakin akan mencapai hasil yang luar biasa yang akan disambut oleh semua orang.”

Pertemuan ini rencananya akan membahas masalah-masalah utama yang telah dibahas sebelumnya yaitu kelanjutan denuklirisasi Semenanjung Korea serta nasib sanksi terhadap Pyongyang, yang telah merugikan perekonomian Korea Utara. (LOY)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY