Disnaker Jamin Peringatan Hari Buruh di Banjar Akan Aman

sumber: semarak.news

Martapura, Semarak.news-Peringatan Hari Buruh atau yang biasa disebut May Day dari tahun ke tahun selalu memberikan warna di Indonesia. Menurut wikipedia, peringatan ini sudah berlangsung sejak 1920 namun terhenti saat orde baru, pemerintahan Soeharto. Gerakan buruh dihubung-hubungkan dengan gerakan dan paham komunis. Setelah orba berakhir, peringatan Hari Buruh kembali dirayakan hampir diseluruh kota di Indonesia.

Berbeda dengan kota lain di Indonesia yang sering bergejolak, perayaan hari Buruh di Kab. Banjar diprediksi aman.

Hal tersebut dinyatakan oleh Martining selaku Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Kab. Banjar. Martining yang mengatakan bahwa menjelang peringatan Hari Buruh 2018 Kab. Banjar akan aman.

“Sejak tahun 2010 hingga 2017 kondisi situasi saat pelaksanaan hari buruh kondusif, tidak ada demo, tidak ada mogok, aman.” Ujar Martining saat ditemui di Kantor Dinas Tenaga Kerja/Disnaker (24/04).

Bercermin pada tahun-tahun sebelumnya, diperkirakan tahun ini juga akan kondusif. Disnaker sudah berpesan pada serikat-serikat buruh agar tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan keresahan dilingkungannya.

Selain itu, Disnaker telah berupaya mendorong perusahaan untuk mengkondusifkan situasi para pekerjanya dengan mengalihkan ke kegiatan yang bernilai positif. Upaya tersebut tertuang pada surat yang dibuat Disnaker untuk ditujukan kepada perusahaan.

“Disnaker akan memberikan surat himbauan ke perusahaan. Himbauan tersebut berisi agar saat pelaksanaan Hari Buruh perusahaan-perusahaan bisa melaksanakan kegiatan yang dapat menciptakan situasi yang kondusif. Misalnya kegiatan silaturahmi melalui, ceramah agama dan sebagainya.”  Jelasnya

Target dari surat tersebut adalah perusahaan-perusahaan besar yang memiliki tenaga kerja banyak. Karena dirasa perusahan-perusahaan kecil sudah mampu menciptakan suasana kondusif.

Surat biasanya datang dari pihak kementerian. Namun hingga saat ini kementerian masih belum mengeluarkan konsep himbauan.

“Surat ini terbentuk karena inisiatif kami, setelah berkonsultasi dengan Kepala Dinas. Biasanya menunggu surat dari menteri, tapi sampai sekarang ditunggu tidak ada. Kita juga sudah mencari di internet tapi tidak ada.” Sambung Martining.

Saat ini surat tersebut masih dalam proses penandatanganan oleh Bupati Banjar, saat dikonfirmasi kapan akan diperkirakan akan selesai, Martining masih belum bisa memastikan.

Saat ini Upah Minimum Provinsi yang telah ditetapkan oleh Gubernur sebesar Rp. 2.454.671,80. UMP ini sudah meningkat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan adanya peningkatan UMP ini semoga kondisi saat pelaksanaan Hari Buruh di Kab. Banjar benar-benar aman.

TINGGALKAN BALASAN