Diskriminasi Masih Tinggi, Koalisi Diskriminasi Riau Gelar Acara Diskusi

Diskusi oleh Koalisi Diskriminasi Riau (KASAI)
Diskusi oleh Koalisi Diskriminasi Riau (KASAI)

Pekanbaru, Semarak.News – Diskriminasi yang terjadi pada kaum disabilitas dan wanita dinilai masih sering terjadi. Banyak kelompok marjinal di Riau yang masih mendapatkan tindakan tersebut. Hal itu sesuai dengan yang lontarkan Santi dalam kegiatan Diskusi yang diadakan oleh Koalisi Diskriminasi Riau (KASAI), (2/12/18).

“Saat ini, banyak kelompok marjinal di Riau yang masih mengalami tindakan diskriminasi”, tutur Santi dalam kegiatan dengan tema “Hapuskan Segala Bentuk Kekerasan Struktural Wujudkan Pemilu Anti Diskriminatif” tersebut.

Dalam acara tersebut, turut hadir juga Amirudin Sijaya dan Neil Antartiksa dari Komisioner Bawaslu Riau, serta perwakilan dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Liyani dan Leni Febri.

Sebenarnya, terdapat kuota sebesar 1% dalam setiap perusahaan baik perusahaan swasta maupun perusahaan milik pemerintah. Hal ini sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh Liyani. “Terdapat kebijakan perihal penempatan 1% disabilitas di setiap perusahaan baik swasta maupun pemerintah, namun kenyataannya kuota tersebut belum terpenuhi di setiap perusahaan dan instansi pemerintahan”, jelasnya.

Tidak hanya di dunia kerja, diskriminasi juga kerap dirasakan oleh beberapa kamu marjinal di dalam persiapan maupun proses dalam kegiatan pemilihan suara.

Leni, salah satu anggota HDWI menjelaskan bahwa dirinya pernah menjadi salah satu korban diskriminasi atas keterbatasannya. “Dulu ketika Pemilihan Gubernur Riau, pernah sempat diterima oleh KPPS, tapi nama saya di coret karena mendapat diskriminasi dari petugas KPPS lainnya” tutur Leni.

Padahal menurut data, kaum marjinal seperti perempuan maupun kelompok disabilitas, memiliki jumlah suara yang cukup menentukan dalam pemilihan. “Suara perempuan sebenarnya sangat menentukan, karena dari 3,8 juta suara di Riau, lebih dari setengahnya merupakan perempuan”, jelas Amir.

Amirudin juga menjelaskan bahwasanya diskriminasi yang terjadi saat ini cukup sulit diatasi karena sudah menjadi budaya. Namun pihaknya menjelaskan akan tetap melakukan berbagai usaha untuk mengurangi hal tersebut.

“Pandangan Diskriminatif terhadap perempuan dan kelompok disabilitas sudah menjadi budaya. Hal

ini susah diubah, namun bukan berarti tidak ada usaha untuk memperbaikinya.” jelasnya. (MFA)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN