Terus Berinovasi, Disdukcapil Kota Ternate Ajak Masyarakat Tertib Adminduk

Ternate, Semarak.News – Selama 4 tahun terakhir ini Disdukcapil Kota Ternate terus berusaha  mengembangkan beberapa inovasi, diantaranya Disdukcapil On The Spot, harapannya masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor Disdukcapil, tetapi cukup mendatangi setiap spot-spot yang telah tersedia saja, baik kegiatan perekaman, pembuatan akta, dan pembuatan dokumen kependudukan lainnya.

Program Disdukcapil On The Spot sendiri dimulai sejak tahun 2014 dengan 4 spot, dan saat ini di tahun 2018 telah memiliki 16 spot yang tersebar merata di seluruh kecamatan yang ada di kota ternate.

Rukmini A. Rahman, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, ketika ditemui di kantornya mengungkapkan bahwa, dari program tersebut Disdukcapil Kota Ternate berinovasi agar masyarakat tidak perlu membawa persyaratan-persyaratan pembuatan dokumen kepedudukan ke kantor dinas melainkan cukup melalui spot-spot yang telah tersedia, melalui pengiriman dan verivikasi langsung secara digital.

Bahkan, Disdukcapil Kota Ternate pernah menempatkan salah satu spot di RSUD. Dr.H.Chasan Boesoirie  untuk mempermudah pembuatan akta kelahiran, dan dokumen kependudukan lainnya, namun program tersebut berhenti karena perangkat perekaman yang hilang dicuri saat perpindahan kantor Disdukcapil.

Disdukcapil  Kota Ternate juga memberikan pelayanan delivery dokumen kependudukan ke seluruh spot-spot yang ada sehingga masyarakat tidak perlu mengambil ke kantor Disdukcapil Kota Ternate.

Selain itu, saat ini Disdukcapil Kota Ternate telah membuat sistem e-service, pelayanan online yang dapat terkoneksi kepada seluruh operator Disdukcapil dan spot-spot, dengan sistem aplikasi yang dapat memproteksi sistem, memproteksi layanan, dan memproteksi dokumen yang akan diterbitkan.

Tahun ini jumlah Peduduk Kota Ternate telah mencapai 216.589 jiwa, dengan jumlah wajib E-KTP berjumlah 151.022 jiwa. Total Perekaman E-KTP telah dilakukan oleh  134.548 jiwa dan  yang belum melakukan perekaman E-KTP sebanyak 16.474 jiwa.

“Secara persentase jumlah tersebut telah mencapai 89 persen dari jumlah wajib E-KTP, dan Disdukcapil Kota Ternate berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah persentase perekaman hingga lebih dari 90 persen,” ujar Rukmini.Untuk itu Disdukcapil Kota Ternate membuka layanan Sabtu dan Minggu selama setengah hari, dengan tujuan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak dapat datang di hari kerja, dan kedepan pelayanan Sabtu dan Minggu juga diusahakan untuk dapat diterapkan di spot-spot yang telah tersebar.

Disdukcapil Kota Ternate sendiri memiliki jadwal normatif mobile ke kelurahan-kelurahan dan pulau-pulau kecil,  setiap triwulan, atau empat kali dalam setahun. Hal tersebut bertujuan untuk menjangkau masyarakat yang tidak terjangkau oleh spot-spot yang telah tersedia.

Saat ini kesadaran masyarakat untuk memiliki dokumen kependudukan masih belum disertai kesadaran untuk melakukan update data kependudukan. Padahal update data kependudukan diperlukan setiap terjadi peristiwa-peristiwa seperti kelahiran, perubahan pendidikan, perubahan pekerjaan, pensiun, pindah tempat tinggal, perkawinan, dsb.

“Ketika punya KK kebanyakan orang akan simpan KK miliknya di dalam lemari bersama dokumen lain, sehingga terkadang lupa bahwa data yang di KK tersebut harus di update, dan biasanya orang-orang baru panik ketika KK tersebut akan di gunakan untuk melamar kerja, rupannya keterangan pendidikannya masih tamat SD/Sederajat,” ujar Rukmini.

Rukmini berharap kedepan kesadaran masyarakat dapat terbangun. Termasuk ketika kelahiran anak.

“Masa ketika beli mobil baru, kita memiliki kesadaran untuk membuat BPKB sebagai bukti kepemilikan. Sekarang ketika kita melahirkan anak, kita juga harus buat bukti yang menunjukan bahwa ia adalah anak kita, anak yang dilahirkan dari pasangan si A dan Si B , kesadaran seperti itu lah yang diharapkan,” ujar Rukmini.

Rukmini mengungkapkan bahwa tertib adminduk yang perlu diperhatikan masyarakat lainnya adalah dokumen yang memiliki kekuatan hukum seperti akta kelahiran harus benar-benar diperhatikan, kejelasan nama dan tepat tanggal lahir, apakah ada yang salah atau tidak. Terkadang beda nama orang tua atau anak sebenarnya dengan yang tertera di akta. Apabila setelah dibuat terjadi salah ketik, segera diperbaiki sebab hal tersebut masuk ke dalam pasal kesalahan redaksional, dan dokumen masih bisa diperbaiki. Namun,  apabila kesalahan tersebut dibiarkan bertahun-tahun tentu akan menimbulkan masalah dan merubahnya harus ke pengadilan karena telah termasuk pada pasal perubahan nama.

Dalam mewujudkan ekosistem pemerintahan yang sadar akan pentingnya adminduk, pemerintah melalui Kementrian Dalam Negeri telah melaunching Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (#GISA). # GISA dilaunching oleh Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo di Batam pada bulan Februari 2018 pada pelaksanaan Rakornas Dukcapil tahun 2018.

Namun, #GISA di Kota Ternate sendiri masih belum dapat diluncurkan, karena masih  mempersiapkan model, agar nantinya #GISA bukan sekedar ceremonial saja tetapi juga terdapat  pelayanan, dan ada informasi yang dapat disampaikan ke masyarakat.

“ Kami sedang mempersiapkan sistem dan modelnya agar peluncuran #GISA bukan sekedar ceremonial saja tetapi juga terdapat pelayanan; pengenalan-pengenalan pelayanan apa saja yang pada di Dukcapil; perkembangan Dukcapil seperti apa; apa itu #GISA; kalau masyarakat ingin akses data Dukcapil seperti apa caranya; orang yang ingin dapat pelayanan dukcapil harus melakukan apa;  kami berharap ada informasi yang dapat disampaikan ke masyarakat,” ujar Rukmini.

Disdukcapil Kota Ternate berencana mengundang lembaga dan organisasi-organisasi seperti Bhayangkari, Persit, ibu-ibu PKK,  dan organisasi lainnya  yang diharapkan dapat menyuarakan dan mensosialisasiskan pentingnya tertib adminduk.

Terakhir, Rukmini berharap untuk kedepan Disdukcapil Kota Ternate apabila telah memiliki anggaran yang mencukupi, dapat menyediakan fasilitas perekaman di setiap kelurahan seperti apa yang telah di terapkan di Jakarta, sehingga masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh datang ke kantor dinas dan Disdukcapil Kota Ternate sendiri dapat dengan maksimal memberikan pelayanan dan mewujudkan ekosistem tertib adminduk di Kota Ternate. (IHP)

TINGGALKAN BALASAN