Dinas Perkebunan Sumatera Selatan Siap Atasi Karhutla Menjelang Asian Games 2018

Palembang, Semarak.news – Memasuki bulan April yang akrab dengan musim yang identik dengan cuaca panas ini, berbagai persiapan terkait bencana alam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah digalakkan oleh berbagai pihak, salah satunya adalah Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan. Provinsi ini merupakan salah satu daerah yang rawan akan terjadinya karhutla, bahkan hampir setiap tahun sudah dipastikan terjadi karhutla, yang mana puncaknya yang paling membuat kalang kabut banyak pihak terjadi pada tahun 2015 silam.

Agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah membentuk satuan tugas untuk menangani karhutla yang dibantu oleh aparat kepolisian dan petugas militer. Dalam konteks menyambut event Adian Games 2018 yang akan dilaksankan pada bulan Agustus mendatang, Dinas Perkebunan menyatakan telah siap siaga sepenuhnya untuk mengantisipasi terjadinya karhutla. Hal ini disampaikan oleh Ir. Anung Riyanta, M.Sc selaku Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan.

“Kami dari Dinas Perkebunan sendiri sudah siap untuk menghadapi karhutla tahun ini dengan menyiapkan segala peralatan sesuai dengan anggaran negara.” tandasnya saat ditemui di Kantor Dinas Perkebunan.

Pihaknya telah membentuk satuan brigade yang tersebar di kabupaten dan salah satu kota di Provinsi Sumatera Selatan. Selain brigade, ada juga Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang berasal dari masyarakat dan KTPA yang dibentuk oleh perusahaan perkebunan. Nantinya, seluruh personil dan komponen yang tergabung tersebut akan dilatih secara khusus untuk menangani karhutla yang rencananya akan diadakan pada tanggal 2-4 April 2018.

Terkait dengan pelaksanaan Asian Games 2018, telah diadakan sosialisasi sebanyak dua kali bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Perusahaan Perkebunan serta pihak terkait lainnya dalam rangka mengantisipasi agar karhutla tidak terjadi dan tidak menimbulkan asap yang dapat mengganggu pelaksanaan event besar tersebut.

Pihaknya menyampaikan bahwa terjadinya karhutla ternyata tidak hanya disebabkan oleh faktor iklim atau musim kemarau saja, tetapi ada faktor lain yang dapat memicu peristiwa tersebut.

“Untuk karhutla ini biasanya terjadi karena tiga faktor, ada faktor iklim ya cuaca panas, sosial ekonomi, dan lingkungan.”

Sedikit menyinggung masalah sengketa lahan, Dinas Perkebunan sendiri telah melakukan berbagai mediasi antara pihak masyarakat dengan pemilik perusahaan perkebunan untuk mendapatkan titik temu dari permasalahan tersebut agar tidak semakin berlarut.

Pihaknya juga berharap agar pada tahun ini dalam rangka mengatasai karhutla menjelang event Asian Games 2018, masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dapat berperan secara maksimal dan tidak terulang lagi seperti kejadian karhutla pada tahun 2015.

TINGGALKAN BALASAN