Jakarta, Semarak.news – Kaspersky Lab yang merupakan salah satu program antivirus pada pc menyatakan kerawanan   pada pergelaran pilpres 2019, akan adanya percobaan peretasan yang dilakukan untuk memanipulasi data pada pilpres 2019.

Salah satu Manager dari Kaspersky Dony Koesmandarin juga berpendapat jika salah satu event besar yang akan diadakan Indonesia tersebut akan terancam oleh serangan peretas, dimana data-data pilpres 2019 yang ada akan rawan disalahgunakan.

Pada saat ini Pilpres 2019 menjadi pusat perhatian karena merupakan main event bagi Indonesia. Hal ini yang membuat peretas begitu tertarik untuk membobol data-data pilpres 2019. Masih banyak terdapat celah dalam sistem keamanan data yang ada di pemerintah, hal ini yang menjadikan peretas sangat percaya diri dalam melakukan tindakan tersebut.

Ancaman yang ditimbulkan akan sangat besar apabila peretas berhasil membobol data-data pilpres 2019 tersebut.

Dony menjelaskan jika pusat perhatian dari semua orang adalah pilpres 2019. Peretas akan tertarik dengan target yang sedang menjadi perhatian, siapapun yang berkepentingan dan berhubungan akan menjadi target dari seorang peretas.

Banyak sekali motif yang digunakan peretas untuk melakukan aksi tersebut salah satunya motif ekonomi. Seorang peretas rela melakukan kegiatan tersebut apabila diberikan bayaran yang cukup tinggi. Hal ini yang menjadikan seorang peretas memiliki sebutan tentara digital bayaran.

Namun peretasan juga bisa dilakukan oleh peretas dari luar negeri, peretas bisa menggunakan virtual private network (VPN) sebagai alat yang digunakan untuk mengelabui lokasi peretas.

Dony juga menyatakan peretas dapat menyerang server untuk dilumpuhkan. Sehingga server down yang menyebabkan data-data yang ada di dalamnya tidak bisa diakses.

Ancaman cyber sendiri menjadi masalah yang sangat serius karena telah banyak korban yang ditimbulkan akibat adanya peretasan maupun pembobolan data. Tercatat pada tahun 2017 terdapat 700 juta akun media sosial yang menjadi sasaran peretasan dan diprediksi akan terus bertambah di tahun 2019. (MSL)

LEAVE A REPLY