Beijing, Semarak.news—Niat Cina untuk memperkukuh keberadannya di Laut Cina Selatan (LCS) semakin bulat. Negeri Tirai Bambu ini sudah membuat rencana untuk membangun stasiun kapal nirawak terebsar di dunia. Megaproyek ini akan mencakup area seluas 26,1 kilometer persegi pada tahap pertama.

Meskipun belum jelas kapan pyoek ini di mulai, proyek ini akan mencakup pembangunan jaringan telekomunikasi, radar navigasi dan sistem tambat otomatis di Delta Sungai Mutiara (disebut juga Delta Zhujiang atau Zhusanjiao) di Provinsi Guangdong di mana wilayah ini langsung mengarah ke Laut Tiongkok Selatan.

Secara teritorial, Cina pada milayah ini mengklaim lebih dari 90% kedalaulatan di LCS speri di muat dalam South China Morning Post. Namun hal ini akan memicu konflik khususnya bagi Malaysia, Vietnam, Brunesi Darussalam, Filipina, dan Taiwan. Tak terkecuali Indonesia yang memilih menjadi “penonton”.

“Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan sains dan inovasi teknologi serta akan menguntungkan dalam hal militer dan ekonomi, ” ucap Collin Koh, seorang peneliti asal S. Rajaratnam School of International Studies at Nanyang Technological University Singapura.

Di sisi lain, Amerika juga menyatakan bahwa Cina telah memiliki tujuh pangkalan militer baru di LCS. Pangkalan militer menurut CNN memiliki fasilitas pelabuhan buatan untuk kapal ukuran besar. Kemudian akan dibangun pula landasan dengan panjang 2.900 meter di tiap pangkalan. (MDZ)

TINGGALKAN BALASAN