Peserta Walking Tour berkumpul di depan Toko Merah, Jakarta Kota. Dengan 230 peserta yang hadir. Sumber : Akun instagram Indohistoria

Kota Tua, Semaraknews – Komunitas Historia Indonesia atau biasa disingkat KHI adalah organisasi independen dan aktif dalam gerakan sosial yang bertujuan untuk membangun kesadaran nasionalisme Indonesia melalui pendidikan sejarah, kebudayaan dan pariwisata. Komunitas ini didirikan di Jakarta oleh Asep Kambali pada 22/03/2003. KHI memiliki tiga pilar utama dalam setiap gerakannya, yaitu rekreatif, edukatif dan menghibur. Hal ini juga senada dengan slogan yang mereka miliki yaitu No History, No Future! Let’s make History!

Komunitas ini melakukan kegiatan sosial dengan cara walking tour untuk memberikan edukasi dalam mengingatkan kembali akan budaya, peristiwa dan sejarah yang pernah terjadi di masa lalu.

Sama seperti tahun – tahun sebelumnya saat perayaan Imlek komunitas ini selalu menyelenggarakan program Walking Tour China Town Journey di Kota Tua, Jakarta.

Pada Jumat 16/02/2018, para peserta berkumpul pukul 07.00 WIB di Kali Besar. Perlu kalian ketahui wilayah Kali Besar dulunya adalah pelabuhan sunda kelapa. Pelabuhan sunda kelapa yang sekarang adalah reklamasi yang dibuat sejak zaman belanda. Pelabuhan yang sekarang ini dulunya adalah lautan dan pelabuhan yang lama adalah di wilayah kali besar ini. Masa zaman belanda di tahun 1800-an kali besar merupakan tempat parkirnya kapal – kapal besar dan mewah disini, seperti kapal marina dan jetsky.

Wisata Sejarah ini akan start di sentrum dari Kota Tua dan akan melewati kampung – kampung tionghoa secara berurutan yakni Toko Merah, Pasar Pagi Asemka, SMAN 19 Jakarta, Kelenteng Soa Ai Bio, Gereja Santa Maria de Fatima, Kelenteng Jin De Juan dan berakhir di Pasar Pancoran.

” Di kota tua ini kawasannya luas, ini termasuk kawasan kota tua 846 m dimulai dari pelabuhan sunda kelapa sampai ke pecinan glodok itu kota tua ” ucap Asep Kambali.

Uniknya, para peserta wisata ini diikuti mulai dari Orang tua, remaja, dan anak – anak. Program ini recommended dan sangat penting untuk diikuti bagi seluruh lapisan masyarakat indonesia dari umur dan latar belakang yang berbeda. Berlandaskan sejarah agar kita tak lupa bagaimana kita berada.

” Kenapa penting kita belajar sejarah ? agar kita tidak kehilangan arah. Agar obor di masa depan tetap menyala di hati kita dan kita memiliki penerangan. kalau kita tidak mempunyai sejarah dalam diri kita, berarti kita amnesia. ” ucap Asep Kambali lagi.

Melalui kegiatan ini juga kita bisa fahami bahwa ada satu kebudayaan yang mempengaruhi kebudayaan indonesia. Perlu kita sadari pula kebudayaan indonesia itu sebenernya tidak ada, namun yang ada yaitu kebudayaan batak, jawa, sunda, ambon, tionghoa, arab dan lain sebagainya kemudian keseluruhan itu membentuk menjadi indonesia. Ibaratkan piramida, Indonesia itu berada di posisi paling atas/puncak dan suku – suku itulah yang menopang Republik Indonesia. Jikalau suku – suku nya rentan dan rapuh kita tidak akan memiliki kekuatan. [AR]

Dokumentasi Kegiatan :

Asep Kambali saat memberi arahan kepada peserta sebelum kegiatan.
Peserta saat melewati kampung tionghoa.
Warga yang sedang beribadah di Kelenteng Toa Sai Bio.

TINGGALKAN BALASAN