Cawapres Prabowo Bukan dari Ulama, GNPF Adakan Ijtima Ulama Jilid II

Ijtima Ulama Jilid II Akan Dilaksanakan Minggu Besok Sumber: Akun Instagram @bela.agama

Jakarta, Semarak.News – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama akan kembali menggelar Ijtima Ulama jilid II. Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan rencananya Ijtima Ulama jilid II akan digelar pada Ahad, 6 Muharram 1440 H atau Minggu, 16 September 2018 M. Di Grand Cempaka Hotel, Jl. Letjen Suprapto – Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Sebelumnya Ijtima GNPF Ulama telah dilakukan pada 27-29 Juli  di Jakarta. Ijtima pada saat itu memutuskan mendukung Prabowo Subianto sebagai capes 2019. Selain itu, juga merekomendasikan dua nama sebagai cawapres pendamping Prabowo. Yaitu Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

Namun dua nama tersebut berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk dipilih Prabowo. Abdul Somad menolak maju ke Pilpres karena lebih memilih fokus di dakwah. Sedangkan Salim Segaf, namanya tak muncul dalam pembahasan cawapres Prabowo lantaran tidak disepakati parpol koalisi.

Beberapa jam sebelum Prabowo mengumumkan Sandiaga sebagai cawapresnya, Yusuf Martak dan beberapa ulama GNPF sebenarnya telah menyambangi rumah Prabowo untuk menagih agar rekomendasi Ijtima Ulama diikuti.

GNPF Ulama sebenarnya telah menyodorkan dua nama lainnya sebagai kandidat cawapres pengganti Salim Segaf dan Abdul Somad. Dua nama yang direkomendasikan, yakni Ustaz Arifin Ilham dan Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym.

Namun Prabowo juga tidak memilih nama-nama yang direkomendasikan itu, dan lebih memilih Sandiaga Salahudin Uno sebagai cawapresnya.

Munculnya rencana untuk menggelar Ijtima Ulama jilid II disampaikan oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Rencana diadakan Ijtima Ulama jilid II karena cawapres yang dipilih capres Prabowo Subianto bukan berasal dari kalangan ulama. Habib Rizieq pun meminta umat dan ulama tetap tenang dan sabar. serta tetap istiqomah dalam satu komando ulama.

Inti dari Ijtima Ulama GNPF jilid II nantinya akan mengembalikan kepada ulama dan tokoh nasional terkait dukungan  di pilpres 2019 mendatang. Apakah masih tetap mendukung Capres Prabowo meski cawapres yang dipilih bukan dari ulama, ataukah menyatakan abstain dan mengembalikan pilihan sesuai keinginan masing-masing umat.

Hal tersebut dilakukan karena GNPF ingin menegaskan agar ulama tak hanya dijadikan pelengkap, tapi harus menjadi pihak utama yang dimintai saran. (RNRP)

TINGGALKAN BALASAN