Catut Nama TNI, Instagram diblokir

0
21

Jakarta, Semarak.News – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan telah memblokir akun Instagram yang mencatut nama TNI. Pemblokiran dilakukan karena akun tersebut memuat konten negatif. Adapun akun yang dituju yaitu @tni_indonesia_update. Akun itu sempat memuat unggahan konten yang menyatakan mereka akan memusnahkan para pemuda dan pemudi kritis, termasuk apa yang disebut generasi PKI baru. Dalam caption salah satu postingnya disebutkan ‘Sebaiknya para PKI dan generasi PKI baru serta pemuda-pemudi kritis di garis kiri. Dikumpulkan dalam satu gudang kemudian dijadikan sasaran tembak oleh Leopard. Aksi Yonkav 8 Narasingawaratama

Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI) lewat Twitter mengunggah screenshot unggahan akun @tni_indonesia_update. Akun itu memiliki centang biru atau tanda verified dari Instagram.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran atau takedown akun instagram yang menggunakan identitas TNI dan memuat konten negatif,” kata Plt Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/2/2019).

Atas adanya akun dan unggahan tersebut, Kominfo menyatakan mendapat laporan yang kemudian diterima oleh Sub Direktorat Pengendalian Konten Ditjen Aplikasi Informatika. Kominfo pun mengonfirmasi kepada Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Candra Wijaya yang kemudian menyatakan unggahan dan akun itu bukan milik TNI AD.

“Kementerian Kominfo melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Candra Wijaya. Hasilnya, unggahan kontroversial yang sempat viral yang mengatasnamakan TNI dalam akun @tni_indonesia_update itu adalah bukan milik TNI AD. Brigjen Candra Wijaya menyatakan akun resmi TNI AD adalah @tni_angkatan_darat,” tuturnya.

Pemblokiran sendiri dilakukan sejak Rabu (6/2) pukul 10.45 WIB. Kominfo pun mengimbau warga aktif melaporkan konten negatif yang ditemui di media sosial.

“Kominfo mengimbau warganet untuk melaporkan akun media sosial palsu atau konten internet dan media sosial yang diduga mengandung konten negatif melalui saluran pengaduan konten twitter @aduankonten, website aduankonten.id dan nomor WA 08119224545,” ujar Ferdinandus. (S)

LEAVE A REPLY