Bupati Minut Tak Kunjung Datang ke Pengadilan, Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi Tuntut Kejati Sulut

Massa melakukan demo di depan Kantor Kejati Sulut (sumber:dokumen pribadi)

Manado,Semarak.News – Kasus dugaan korupsi pada proyek pemecah ombak Likupang Kabupaten Minahasa Utara yang tak kunjung selesai, membuat aliansi mahasiswa anti korupsi terpaksa turun langsung menuju Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Aksi yang dilakukan pada (1/10/2018) ini, dilakukan oleh gabungan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi.

Adapun tuntuntan aksi tersebut, antara lain:
– Mempertanyakan Kejaksaan Tinggi dalam hal penanganan korupsi yang ada di Sulut.
-Sikap tegas Kejati untuk menghadirkan Vonni Aneke Panambunan (VAP)dalam persidangan kasus korupsi Paka-paka Ombak Likupang Minahasa Utara (Minut).
-Terkait Contempt of court yang dilakukan saksi VAP.
-Tetapkan sebagai tersangka pada VAP dan Kombes Pol Rio Permana

“Kasus korupsi pemecah ombak Likupang yang merugikan negara senilai Rp. 8,8 miliar sampai saat ini belum bisa belum menujukkan adanya titik terang. Kami Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi menuntut agar Bupati Minut segera dijadikan tersangka, dikarenakan sampai saat ini Kejati belum bisa memanggil untuk melaksanakan sidang”, tangkas Tony Gedeon selaku koordinator lapangan.

Kejati Sulut menerima massa (sumber:dokumen pribadi)

Di depan Kantor Kejati Sulut, Perwakilan Kejati pun menerima secara langsung massa pendemo. “Pemanggilan VAP sampai saat ini sudah diusahakan untuk dipenubi. Kasus ini juga sudah dalam pantauan KPK, untuk itu aksi ini sangat kami hargai dalam mendukung percepatan penangkapan VAP tersebut. Oleh karena itu, dalam waktu dekat akan diadakan proses pengadilan jilid 2, agar kasus ini segera dapat dituntaskan”, ujar Bobby Ruswin selaku perwakilan Kejati. (AA)

TINGGALKAN BALASAN