BPMPD Kab. Banjar: Persiapan Penyelenggaraan Pilkades Kab. Banjar 2018 Sampai pada Tahap Penjaringan Bakal Calon Kades

Sumber: Semarak News - Kab. Banjar

Banjar, Semaraknews – Persiapan penyelenggaraan Pilkades di 19 Desa Kab. Banjar tahun 2018 saat ini sudah memasuki pada tahapan penjaringan bakal calon Kades yang dilanjutkan dengan verifikasi terhadap dokumen kelengkapan bakal calon sebelum ditetapkan panitia Pilkades tingkat seleksi administrasi menjadi calon Kepala Desa. Seleksi administrasi ini dilakukan oleh panitia Pilkades yang berkoordinasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kab. Banjar. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari adanya pemalsuan persyaratan administrasi dari para bakal calon Kades.

Selanjutnya panitia akan melakukan seleksi terhadap bakal calon Kades setiap desa yang melebihi batas 5 orang, karena sesuai ketentuan dalam Pilkades serentak calon pambakal berjumlah minimal 2 dan maksimal 5 orang.

19 desa yang akan menggelar Pilkades tahun ini meliputi Desa Balimau, Kuin Besar, Sungai Tabuk Kota, Gudang Tengah, Paku Alam, Gudang Hirang, Tunggul Irang, Cindai Alus, Malintang, Tambak Sirang Laut, Lok Tunggul, Mangkauk, Paramasan Bawah, Angkipih, Apuai, Rantau Bujur, Jambu Burung, Sungai Rangas Ulu dan Batu Tanam.

Perkembangan persiapan yang dilakukan oleh pihak terkait dalam hal ini adalah BPMPD Kab. Banjar sudah semakin matang dengan tahapan – tahapan yang sudah ditetapkan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan Pilkades 2018. Sebenarnya seluruh tahapan – tahapan Pilkades sudah dijadwalkan, seperti pendaftaran bakal calon Kades pada tanggal 26 Maret – 6 April 2018, penetapan bakal calon Kades pada 18 April 2018, dan tahapan lainnya, namun jadwal tersebut dapat berubah sewaktu – waktu menyesuaikan kondisi teknis di setiap desa.

Ditemui di kantor BPMPD Kab. Banjar pada Selasa (11/4), Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan BPMPD Kab. Banjar, Fahrian Rahman mengatakan, “Terkait Pilkades ini, BPMPD merencanakan tahapan – tahapan dari persiapan hingga pelaksanaan nanti. Setiap tahapan harus clear dulu sebelum masuk ke tahapan selanjutnya, hal ini dilakukan untuk menghindari permasalahan di tahap – tahap awal yang bisa saja diangkat di tahapan akhir dari Pilkades.”

Tahapan sebelumnya, pembentukan kepanitiaan Pilkades 2018 Kab. Banjar sudah dilakukan pada bulan Maret yang lalu. BPMPD secara rutin melakukan rapat dan sosialisasi dengan seluruh panitia dari masing – masing desa untuk memantau setiap perkembangan yang ada dari penyelenggaraan Pilkades ini.

“Sosialisasi dengan para panitia Pilkades setiap desa rutin kami (BPMPD) lakukan, hal ini dimaksudkan agar setiap hal yang berhubungan dengan Pilkades dapat kami pantau.”, tambah Beliau.

Batas Atas Usia Dihapuskan

Pada Pilkades 2018 ini, batas atas usia para bakal calon Kades dihapuskan. Sebelumnya, rentan usia yang diperbolehkan untuk mendaftar sebagai calon kades adalah antara 25 – 60 tahun, namun pada tahun ini batas atas usia dihapuskan, sehingga hanya ada batas bawah yaitu 25 tahun.

Selain itu, BPMPD tidak menghendaki adanya calon Kades yang melawan ‘Kotak Kosong’, artinya jika di salah satu desa hanya ada 1 bakal calon yang ditetapkan, maka Pilkades tidak dapat dilaksanakan, berbeda halnya dengan ketentuan di dalam Pilkada yang memperbolehkan adanya calon tunggal.

Fahrian Rahman menambahkan bahwa awal memasuki tahapan penjaringan bakal calon pambakal di desa, masyarakat di desa yang masih belum mengetahui syarat dan mekanisme Pilkades terkadang datang dan bertanya ke DPMD. Begitu pun panitia pemilihan di tingkat desa yang selalu berkomunikasi dan berkoordinasi berkenaan terkait hal – hal pencalonan dan persyaratan yang harus dipenuhi dalam pendaftaran bakal calon pambakal.

Berkaitan dengan apabila nanti masih ada hal – hal yang belum jelas berkenaan pendaftaran dan syarat dokumen yang dipenuhi oleh bakal calon dapat ditanyakan langsung kepada panitia – panitia pemilihan di desa, selanjutnya apabila tidak bisa diakomodir, dapat diteruskan oleh panitia pemilihan kepada Camat, setelah itu Camat menyampaikan ke BPMPD. Hal ini bisa dilakukan secara berjenjang.

“Selama ini, seluruh aspirasi masyarakat di desa itu kan langsung ditujukan ke kita (BPMPD). Kami tidak pernah menolak aspirasi itu, namun kami perlu mengarahkan bagaimana alur penyampaian aspirasi yang benar.”, ujar Beliau.

Masyarakat tentu mengharapkan pelaksanaan Pilkades 2018 ini dapat berjalan lancar, serta pihak – pihak yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Pilkades dapat bekerja secara maksimal demi terciptanya pemerintahan desa yang baik. (TN)

TINGGALKAN BALASAN