Desember 5, 2022

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

Bertamina Indonesia Pertimbangkan Beli Minyak Mentah dari Rusia -CEO

Pada 31 Mei 2020, seorang pekerja melewati sebuah mobil di SPBU Bertamina milik negara di Pekasi, pinggiran Jakarta, Indonesia. REUTERS / Willy Kourniavan

Daftar sekarang untuk akses gratis tanpa batas ke Reuters.com

Jakarta, 28 Maret (Reuters) – Perusahaan energi negara Indonesia PT Pertamina (PERTM.UL) sedang mempertimbangkan untuk membeli minyak mentah dari Rusia karena mencari minyak untuk kilang yang diperbaharui, kata CEO Nikki Vidyavati, Senin.

Berbicara di sidang parlemen, dia mengatakan bahwa di tengah ketegangan geopolitik saat ini, Bertamina “melihat peluang untuk membeli dari Rusia dengan harga bagus.” Dia merujuk pada invasi Rusia ke Ukraina.

“Secara politik, tidak ada masalah sampai perusahaan yang kita hadapi diizinkan. Kami juga membahas pengaturan tarif yang bisa melalui India,” katanya kepada anggota parlemen.

Daftar sekarang untuk akses gratis tanpa batas ke Reuters.com

Indonesia telah menjadi presiden G20 tahun ini dan mengatakan akan tetap netral di tengah konflik Rusia-Ukraina, yang telah memicu krisis kemanusiaan dan geopolitik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Pemerintah Indonesia menyuarakan keprihatinan tentang invasi tetapi tidak mengutuknya.

Rusia mengatakan ini adalah “operasi militer khusus”.

Nicky mengatakan Pertamina saat ini sedang berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Bank Indonesia terkait proyek tersebut dan telah mendekati beberapa vendor Rusia untuk menguji di kilang Pertamina.

Bertamina diharapkan untuk meningkatkan kilang Bolong pada bulan Mei, yang akan memungkinkan untuk memproses semua jenis minyak mentah, kata Nicky.

“Hingga saat ini baru bisa mengolah minyak mentah yang kandungan sulfurnya rendah, dan harganya mahal,” ujarnya.

Upgrade kilang Balongan akan menambah kapasitas 25.000 barel per hari (bph) per hari dari kapasitas saat ini 125.000 barel per hari.

Laporan oleh Bernadette Christina Munde, Ditulis oleh Francisco Nangoi, Diedit oleh Kanupriya Kapoor

Standar kami: Prinsip Kepercayaan Thomson Reuters.