Bersih Bersih Kejahatan Menjelang IMF -World Bank Annual Meeting 2018 di Bali

https://www.cnbcindonesia.com/news/20180803133207-4-26855/persiapan-imf-world-bank-annual-meeting-sudah-85

Bogor, SEMARAK.NEWS – Perhelatan acara IMF -World Bank Annual meetings di Nusa Dua, Bali yang akan diselanggarakan pada bulan Oktober mendatang akan diramaikan sebanyak 15.000 delegasi dari berbagai negara dan menjadi fokus utama untuk meningkatkan pengamanan di kawasan Bali. Sejauh ini ada 172 preman ditangkap dan 33 orang diantaranya ditembak karena melakukan perlawanan terhadap petugas. Dirkrimun polda Bali Kombes Andi Fairan di Mapolda Bali, Denpasar, Jumat (14/9/2018) mengatakan “Kita laksanakan dari 26 Juli-28 Oktober 2018. Jadi jumlah total selama 70 hari hasil tangkapan satgas tindak jumlahnya 140 kasus di mana mengamankan 172 orang tersangka, di antara 172 kasus diambil tindakan tegas 33 orang”. Kejahatan kejahatan tersebut terdiri dari kejahatan pencurian, kekerasan, pemerasan,  dan penganiayaan. Lokasi yang menjadi sasaran utama para pelaku kejahatan berada di kawasan wisata seperti, Jimbaran, kuta, Seminyak, Ubud dan beberapa kawasan wisata lainnya yang masih menjadi sasaran para pelaku kejahatan.

Kombes Andi Fairan juga mengatakan bahwa para pelaku kejahatan ini meenggunakan barang bukti berupa sangkur dan linggis kecil yang menunjukan tindak kejahatan ini tergolong kedalam kejahatan jalanan. Beberapa diantaranya merupakan pelaku kejahatan yang sudah pernah tertangkap oleh aparat kepolisian dan melakukan tindakan kejahatan baru lagi atau yang biasa disebut dengan residivis. Andi juga mengklaim bahwa peningkatan pengamanan yang dilakukan oleh aparat kepolisian sejauh ini menurunkan angka laporan pengaduan dari masyarakat maupun turis yang berada di kawasan wisata Bali. Acara IMF -World Bank Annual Meetings ini juga menjadi sarana untuk aparat kepolisian dalam menekan angka kejahatan jalanan.

“Memang 70 hari pelaksanaan operasi, laporan polisi terhadap kasus copet terhadap banyak orang asing melapor korban copet itu menurun drastis. Kita berharap begitu dan seterusnya bahkan kita lakukan tegas dan terukur. Sebenarnya ini pesan bagi para pelaku kejahatan jalanan kita tidak segan melakukan tindakan tegas terukur,” Ujarnya.

Penindakan secara tegas bagi para pelaku kejahatan menunjukan bahwa aparat kepolisian tidak main main dalam melakukan pengawasan demi kelancaran dan kesuksesan acara yang akan diikuti oleh 15.000 delegasi dari berbagai negara.

“Pesan bagi pelaku kejahatan terutama kejahatan jalanan yang selama ini meresahkan seperti begal, copet, jambret saya sampaikan agar praktik-praktik seperti ini dihentikan atau kita lumpuhkan. Kita berharap menjadikan Bali aman,” ujarnya.

Acara IMF –World Annual Bank ini adalah acara bertaraf internasional yang rutin dilaksanakan di berbagai negara dan tahun ini akan dihadiri oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 Negara. (AS/DC)

TINGGALKAN BALASAN