“GEBYAR”. Jujur, kata ini baru pertama kali aku dengar, saat guru memberikan pengumuman bahwa besok akan diadakan kegiatan Gebyar SMK di SMK Negeri 1 Kalabahi. Kata ini membuatku bertanya-tanya pada diriku.

“Gebyar…, itu apa sih?”
Karena kata itu membuat aku selalu bertanya-tanya pada diriku. Kemudian, aku ingin untuk bertanya kepada teman-temanku.

Teman-teman, apa tu gebyar, ya?”, tanyaku
Namun, mereka pun tak mengetahui apa yang ditanyakan.
Kata ini terus hadir dalam pikiranku.
Tetapi, seolah-olah ada benturan antara ingin tahuku dan sifat maluku.
Akhirnya, aku tetap ingin untuk bertanya kepada guruku.

Eka Cahyani M. Djamil ketika mewawancarai Bupati Alor Drs. Amon Djobo disela-sela kegiatan Gebyar SMK Negeri I Kalabahi

Aku harus bertanya kepada bapak atau ibu guruku, motivasi kuat dari dalam diriku.
Namun, aku tetap saja tak berani kerena memang aku adalah seorang anak yang sangat pemalu. Karena sifat pemaluku inilah, aku tak mendapatkan sebuah jawaban dari pertanyaan itu.
Saat dalam perjalanan pulang sekolah pun, kata itu selalu saja datang bertubi-tubi di pikiranku. Hampir saja, kepalaku picah memikirkan kata itu. Namun, aku berusaha untuk mengeluarkannya dari pikiranku dengan beraktifitas apa saja di rumah.

Keesokan harinya, setelah sampai di lokasi Gebyar, aku melihat banyak teman-teman dari setiap SMK yang turut hadir dalam kegiatan ini. Suasananya begitu ramai. Gebyar yang diselenggarakan ini, adalah Gebyar tingkat Kabupaten Alor untuk jenjang sekolah kejuruan.

Lapangan SMKN 1 Kalabahi di penuhi dengan stan-stan dari satiap SMK yang ikut serta. Setiap stan menunjukkan/ memperkenalkan produk-produk yang mereka punya kepada pengunjung yang datang.
Akhirnya, pertanyaan yang ada dalam pikiranku pun terjawab.
Oh. . . , jadi ini yang dinamakan Gebyar”, pikirku mulai terisi terjawab perlahan-lahan.
Aku juga sempat mengunjungi beberapa stan di sana. Aku sangat kagum dengan keterampilan yang mereka miliki.
“Hal ini yang membuatku bangga, untuk bersekolah di SMK. Karena setelah selesai dari bangku pendidikan, kita dapat langsung bekerja karena punya keterampilan”, pikirku akan manfaat bersekolah di SMK.

Selain itu, di hari itu juga, aku diberi tantangan juga oleh seorang guruku untuk mewawancarai tokoh-tokoh penting dalam kegiatan ini.

Bisa tidak, Eka, kamu mewawancarai Bupati, Korwas, dan ketua MKKS?”, tanya guruku.
Aku bingung dengan tantangan itu, sebab aku adalah seorang anak SMK Kesehatan yang menekuni bidang Farmasi. Sedangkan tantangan yang diberikan itu perbandingannya sangat jauh dari bidang studiku. Di dalam hatiku, aku bingung, dan ada rasa tidak setuju dengan tantangan itu.
“Aku harus menerima atau menolak tantangan ini? Mana mungkin aku menerima tantangan ini, kalau aku sendiri orang yang sangat pemalu? Apalagi suasananya juga sangat ramai begini?”, Saat itu aku terdiam dan aku bertanya pada diriku
Ketika sedang merenung untuk mengambil keputusan, teringat sebuah kata bijak yang pernah dikatakan oleh guruku terlintas dipikiranku.
“Allah bisa karena biasa, manusia bisa karena terbiasa”. Hal itu yang membuatku beranikan diri dan menjadikannya motivasi untuk diriku menerima tantangan itu.
“Iya, siap, pak guru”, jawabku.
Lalu aku bersama Ina Hasan melakukan wawancara kepada narasumber yang dimaksud pak guruku.
“Sudah selesai”, sambil menarik nafas legah.
Saat itu, aku sangat bersyukur kepada Allah karena atas berkat-Nya, aku dapat menyelesaikan tantangan itu dengan baik.
Ada sebuah hal yang membuatku tak menyangka. Hasil dari wawancara kami diposting di website sekolahku. Aku sangat bangga dengan diriku. Bukan hanya aku, Bapak dan Ibu guruku juga bangga dengan keberanianku.

Dari situlah aku tahu dan sadar akan diriku. Aku bukanlah seorang anak yang pemalu melainkan aku adalah seorang anak yang berani. Ternyata menjadi seorang jurnalistik itu pekerjaan yang seru. Selain itu, kita juga pandai berbicara. Karena sekarang ini banyak orang-orang yang tidak pandai berbicara di depan umum.
Meskipun keahlianku di bidang jurnalistik ini sedikit menonjol, Farmasi tetap prioritas utamaku. Sebab sejak SMP aku menginginkan jurusan ini karena cita-citaku ingin menjadi seorang APOTEKER.

Eka Cahyani M. Djamil

(Siswi SMK Negeri Ampera, Jurusan Farmasi tinggal di Ampera)

 

LEAVE A REPLY