Beras Kab. Lobar Surplus 36 Ribu Ton

Padi [Sumber: minutkab.go.id]

Giri Menang, Semarak.News – Kab. Lobar merupakan salah satu penyangga kebutuhan padi nasional disamping Kab. Lombok Timur dan Kab. Lombok Tengah. Hal tersebut menandakan keberhasilan pemerintah Kab. Lobar dan juga semangat dari para petani untuk terus berkontribusi dalam menyuplai ketersediaan beras nasional.

Sekertaris Dinas Pertanian Kab. Lobar, Ir. Mohammad Syahlan kepada Semarak.News di Kantor Dinas Pertanian Kab. Lobar hari ini (19/4/2018) mengatakan produksi padi Kab. Lobar tahun 2017 sebesar 193.653 ton dikurangi konvensi untuk benih 1 % yaitu sebesar 1.394,6 ton dan loses sebesar 3.873,06 ton sehingga total gabah kering giling sebesar 188.385,34 ton. Dari gabah kering giling tersebut setelah dikonversikan ke beras sebanyak 65% menjadi total beras 122.450,471 ton.

“Penduduk Kab. Lobar pada tahun 2017 sebanyak 709.583 jiwa sehingga apabila dihitung analisa kebutuhan konsumsi pangan beras menggunakan standar Provinsi NTB sebesar 121 kg/jiwa/kapita, total kebutuhan sebesar 85.859,543 ton. Produksi pangan beras Kab. Lobar mengalami surplus sebesar 36.590,928 ton yang disalurkan kepada Bulog NTB maupun daerah-daerah lainnya. Sampai bulan Januari hingga April 2018, luas lahan pertanian sebesar 11,938 hektar.”

Luas lahan pertanian Kab. Lobar sekitar 17.326,22 hektar yang dibagi menjadi tiga daerah berdasarkan masa panen dalam setahun. Daerah dengan tiga kali masa panen seluas 5.313,7 hektar meliputi Kec. Narmada, Kec. Lingsar, dan Kec. Labuapi. Daerah dengan dua kali masa panen seluas 7.805,4 hektar. Daerah dengan satu kali masa panen seluas 4.199,5 hektar. Daerah dengan satu kali masa panen merupakan daerah tadah hujan terletak di daerah selatan Kab. Lobar antara lain Kecamatan Sekotong, Kec. Lembar, Kec. Kuripan, dan Kec. Gerung.

Dinas Pertanian Kab. Lobar telah memberikan bantuan kepada para petani di daerah tadah hujan dengan menanam padi jenis guguh yang tahan terhadap minimnya ketersediaan air. Saat ini sedang dalam proses penanaman seluas 2.500 hektar di Kec. Sekotong, 350 hektar di Kec. Lembar, dan 175 hektar di Kec. Kuripan.

“Kami telah membangun Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di tingkat kecamatan dan PPL di tingkat desa dan berbagai kelompok-kelomnpok tani untuk membantu memberikan penyuluhan teknis-teknis budidaya tanaman dan mengawasi penanaman berbagai jenis tanaman oleh para petani.” Jelasnya ketika ditanya terkait keberhasilan Kab. Lobar melakukan swasembada beras.

Irigasi merupakan saran penting bagi keberlangsungan pertanian di Kab. Lobar. Pihaknya juga membangun prasarana penunjuang pertanian seperti embung, memperbaiki irigasi agar ketersediaan air dapat dinikmati para petani di hulu maupun di hilir. Dinas Pertanian Lobar juga memberikan alat tanam kepada para petani dan memfasilitasi UPTD yang dapat menghasilkan benih padi dengan lahan tanam seluas 8 hektar untuk mencukupi kebutuhan benih padi.

“Para petani di Kab. Lobar saat ini sudah maju ditandai dengan menanam dari hasil analisa pasar. Mereka menanam tanaman yang sekiranya banyak menguntungkan.” tutupnya bangga. (tya)

TINGGALKAN BALASAN