Beginilah Rencana Pembangunan Waduk Rempang BP Batam

Batam, Semarak.news – BP Batam berencana akan memfokuskan pembangunan Waduk Rempang setelah pembangunan Waduk Tembesi selesai dan beroperasi secara optimal.

Hingga saat ini, BP Batam terus mengerahkan Direktorat Pengamanan (Ditpam) yang bekerja sama dengan pihak kepolisian, TNI, dan masyarakat sekitar dalam menertibkan keramba-keramba ilegal yang ada di Waduk Rempang.

Hal itu dikarenakan keramba dapat memengaruhi kualitas air waduk.

Meski BP Batam telah melakukan penertiban sejak tahun 2016, para oknum tetap saja mendirikan keramba-keramba di lokasi tertentu ketika pengawasan Ditpam lengah.

Deputi IV Bidang Pengelolaan Sarana Lainnya BP Batam, Mayjen TNI Eko Budi Supriyanto, mengatakan bahwa Waduk Rempang nantinya tidak hanya untuk keperluan air bersih warga sekitar, tetapi juga untuk warga Batam, sehingga ia mengharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya waduk tersebut.

“Kalau waduk itu terganggu dan kualitas air tercemar, yang rugi bukan hanya BP Batam, bukan hanya masyarakat di sekelilingnya, tetapi semua warga Batam akan mengalami kesulitan air,” tuturnya.

Dari sebuah penelitian yang dilakukan, diperkirakan kualitas air yang berada di Batam akan menurun pada tahun 2022, sehingga BP Batam dan pemerintah berusaha terus membangun beberapa waduk.

Selain itu, waduk yang nantinya selesai dibangun, tidak bisa langsung dimanfaatkan. Seperti yang terjadi pada Waduk Sei Gong yang sedang dibangun saat ini, Waduk Sei Gong tersebut didiamkan terlebih dahulu dan baru bisa dimanfaatkan dua tahun berikutnya. Hal itu karena menunggu air waduk yang masih asin berubah menjadi air tawar yang dapat dimanfaatkan.

“Jadi prosesnya masih panjang, meskipun waduknya sudah jadi, tetapi belum bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

Dalam pemanfaatan Waduk Rempang, BP Batam memiliki beberapa tahapan. Tahun ini, BP Batam masih fokus pada pembangunan Waduk Tembesi terlebih dahulu di mana pada bulan April nanti semua perangkat yang ada pada Waduk Tembesi akan dilelangkan.

Kemudian ketika Waduk Tembesi dapat didistribusikan tahun 2019 mendatang, BP Batam dapat fokus membangun Waduk Rempang.

Disampaikan oleh Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan, debit air Waduk Rempang rencananya akan menghasilkan 230 liter/detik, sedangkan waduk Sei Gong 400 liter/detik, dan waduk Tembesi sebesar 600 liter/detik sepanjang tahun.

Namun ketika pembangunan Waduk Rempang ini selesai, baru dapat beroperasi secara penuh setelah melalui beberapa tahapan, yaitu tahap menghasilkan debit air sebesar 70 liter/detik, kemudian 140 liter/detik, dan pada akhirnya sebesar 230 liter/detik.

Di sisi lain, BP Batam juga masih menunggu revisi RT dan RW setempat agar pengalokasian bisa dimulai dan pembangunan Waduk Rempang dapat dilaksanakan.[RN]

TINGGALKAN BALASAN