Bawaslu Temukan DPT Bermasalah

Jakarta, Semarak.news – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tangerang Selatan menemukan 5.762 Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda.

Ketua Bawaslu Tangerang Selatan Muhammad Acep mengatakan, yang menjadi penyebab adalah kesamaan identitas di dua wilayah dan nomor induk kependudukan kartu tanda penduduk (NIK KTP).

“Penyebab pertama dari sumber, coklit (pencocokan dan penelitian) petugas panitia pendaftaran pemilih. Petugas mencatat di daftar pemilih sementara, misalnya si A pernah tinggal di Lengkong Gudang, sementara si A sudah pindah ke Jombang. Nah, di Jombang kan juga dicatat petugas sana, jadilah dobel namanya,” ujar Acep

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangerang Selatan menindak lanjuti dengan menghapus data pemilih apabila ada kesamaan nama, tanggal lahir, dan alamat.

“Kedua, dari NIK ganda. NIK ganda itu didapat dari SIAK dan KTP elektronik. Jaman dulu memiliki KTP nembak, sekarang dengan KTP elektronik kan baru tersisir, ‘ternyata ini NIK-nya bukan punya si A, tetapi si B’,” ujarnya.

Bantuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat seharusnya bisa mengantisipasi identitas ganda tersebut.

KPU akan mencari kembali DPT bermasalah pada 17 Maret 2019 agar seluruh warga dapat menggunakan hak pilih pada Pemilihan Presiden, 17 April 2019.

“Seluruh penduduk yang memiliki e-KTP, tetapi belum masuk DPT itu masih bisa dimasukkan ke daftar pemilih khusus. Jika hasil pencarian KPU masih ada juga yang belum masuk DPT, pada hari H masih bisa memilih dengan menunjukkan e-KTP. Kami pastikan warga Tangsel dapat mengikuti pemilu di 17 April 2019,” ucap Acep. (AK)

TINGGALKAN BALASAN