Banjir bandang merendam Iran beberapa pekan terakhir

Iran- semarak.news- Banjir besar yang merendam Iran menyebabkan 25 provinsi dan lebih dari 4.400 desa telah terkena dampaknya. Banjir disebabkan hujan lebat di seluruh Iran dalam beberapa pekan terakhir.

“Banjir baru-baru ini belum pernah terjadi sebelumnya, 25 provinsi dan lebih dari 4.400 desa telah terkena dampaknya,” ujar Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani Fazli dikutip dari kantor berita IRNA.

Bencana ini menyebabkan kerugian mencapai US$2.5 miliar atau sekitar Rp35 triliun (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS). Kerugian tersebut mencakupi kerusakan jalan, jembatan, rumah, dan tanah pertanian.

Bukan hanya menyebabkan kerugian meteril, banjir juga menelan korban yang tidak sedikit.

“Dengan kematian lima orang dalam banjir di Provinsi Khuzestan dan satu orang lagi di Provinsi Ilam, jumlah korban tewas kini mencapai 76 (sejak 19 Maret),” demikian pernyataan pemerintah Iran, seperti dilaporkan AFP, Minggu (14/4).

Kedua provinsi itu meruppakan Provinsi terkahir yang dilanda banjir yang menerjang negara gersang itu. Banjir juga memaksa ratusan ribu orang mengungsi dari kota dan desa.

“Banjir baru-baru ini disebabkan oleh perubahan iklim dan pemanasan global,” kata Kepala Dinas Meteorologi Iran, Sahar Tajbakhsh.

Bantuan dari negara-negara tetangga sudah mengalir untuk korban banjir negara muslim itu. Perancis menyumbangkan 210 tenda dan 114 pompa pada Sabtu lalu.

Pemerintah akan memberikan kompensasi kepada korban banjir, walaupun sekarang Iran sendiri tengah menghadapi sanksi AS terhadap sektor energi dan perbankannya telah mengurangi separuh ekspor minyak Iran.

Morteza Shahidzadeh, kepala dana kekayaan negara Iran, mengatakan Presiden Hassan Rouhani telah meminta izin dari Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei untuk menarik US$2 miliar dari dana untuk rekonstruksi di daerah-daerah yang dilanda banjir.

Meski sudah merusak bebagai sektor, pejabat Iran mengatakan banjir tidak memengaruhi produksi dan pengembangan di ladang minyak manapun, juga tidak menghambat aliran minyak mentah dari pipa ke pasar penerima.

Karim Zobeidi, seorang pejabat di Perusahaan Minyak Nasional Iran, dikutip mengatakan pada hari Minggu bahwa masih terlalu dini untuk memperkirakan tingkat kerusakan banjir pada sektor energi Iran.

Kantor berita Mehr juga mengutip Zobeidi yang mengatakan bahwa beberapa sumur minyak di Iran barat telah ditutup sebagai tindakan pencegahan untuk menjaga agar tidak terjadi banjir.

-dz-

LEAVE A REPLY