Banjarbaru Terbanyak Kirim Wakil Sekolah Adiwiyata

Banjarbaru, Semarak.news – Banjarbaru terbanyak kirim wakil sekolah adiwiyata. Hal tersebut diungkapkan oleh Gusriansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru saat pembukaan sosialisasi sekolah adiwiyata di Gedung Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru.

“Sekolah adiwiyata tingkat mandiri ada 3 sekolah, tingkat nasional 27 sekolah, tingkat provinsi 36 sekolah, dan tingkat kota 21 sekolah. Prestasi di tahun 2017 tingkat mandiri lolos 1 sekolah, tingkat nasional lolos 14 sekolah terbanyak nasional, tingkat provinsi lolos 29 sekolah terbanyak se-kalsel, dan tingkat kota 32 sekolah”, ujarnya.

Pada tahun 2019 diproyeksikan sekolah adiwiyata di Kalimantan Selatan khususnya Kota Banjarbaru akan meningkat. Selain adanya peningkatan dari segi kuantitas, Gusriansyah juga berharap penghargaan juga akan mengikuti baik dari Pemprov ataupun Kemenhut dan LH.

“Tahun 2019 diusulkan untuk tingkat mandiri menjadi 13 sekolah, tingkat nasional menjadi 36 sekolah, tingkat provinsi menjadi 22 sekolah. Harapannya sekolah tersebut bisa lolos dan bisa mendapatkan penghargaan dari Pemprov maupun Kemenhut dan LH”, tambahnya.

Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani sangat concern dengan kegiatan sekolah adiwiyata ini. Sekdako Banjarbaru bahkan ditunjuk langsung untuk memantau jalannya kegiatan sekolah adiwiyata ini. Selain itu, Ketua DPR bersama dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Dinas Ketahanan Pangan diharapkan bisa bersinergi untuk saling membantu kegiatan adiwiyata untuk sekolah ini.

“Sekdako langsung mengomandani, Walikota dan Ketua Dewan akan mengamankan kebijakan agar terus berlanjut. Maka kita adakan sosialisasi, dinas pertanian dan kehutanan kita ajak, dinas kesehatan kita ajak. Jadi dinas-dinas akan bergerak secara sinergi tidak parsial,” ujar Walikota Banjarbaru.

Kemudian Walikota juga menekankan agar kegiatan ini tidak hanya mengincar penghargaan semata. Lebih jauh lagi yang ingin dibangun adalah karakter cinta lingkungan. Hal tersebut merupakan cita-cita yang hakiki penghargaan hanya sebagai pemanis belaka.

“Nilai strategis sekolah adiwiyata ini karena tempat kita mendasari pembangunan karakter lingkungan pada anak-anak. Sebagian berpikir prestasi saja namun tidak seperti itu. Yang hakiki adalah karakter anak terbentuk untuk mencintai lingkungannya”, tambah Walikota.

Saat ini sudah ada SK yang isinya menunjuk 14 sekolah baik itu SD, SMP, ataupun SMA sebagai sekolah pembina adiwiyata. Sekolah tersebut paling tidak memiliki 4 hingga 6 sekolah binaan. Sehingga diharapkan dengan adanya pembinaan secara serius dari sekolah-sekolah yang berpengalaman akan tercipta sekolah-sekolah adiwiyata baru nantinya.

TINGGALKAN BALASAN