Bangun Persatuan dan Bangsa melalui Deklarasi Ormas Adat Waraney Tanah Toar Lumimuut

Waraney Tanah Toar Lumimuut
Pengukuhan oleh Panglima Utama Organisasi Adat Waraney Tanah Toar Lumimuut

Manado, Semarak.news – Semua elemen organisasi masyarakat (Ormas) adat Waraney Tanah Toar Lumimuut melangsung deklarasi di halaman kantor Gubernur Sulawesi Utara pada pukul 14.00 s.d. 17.00 WITA (2/3). Deklarasi ini dihadari oleh Kepala Badan Kespangbol Propinsi Sulut Drs. Meiki Onibala M.Si mewakili Gubernur Sulut, Wakil Dirbinmas Polda Sulut AKBP Hans L, Panglian Utama Organisasi Adat Waraney Tanah Toar Lumimuut Audi Malonda, Penasehat Organisasi Adat Waraney Tanah Toar Lumimuut Audi Likel. Selain itu, deklarasi juga dihadari beberapa perwakilan ormas adat Laskar Kawanua, Manguni Indonesia, Waraney, Laskar Manguni, Minaesa’a Tou Indonesia, dan sekitar 1000 orang peserta kegiatan.

Deklarasi diawali dengan kegiatan tarian daerah Cakalele. Setelah dibuka dengan tarian Cakalele, Panglima Utama Organisasi Adat Waraney Tanah Toar Lumimuut melakukan pengukuhan. Tak berapa dilakukan pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan penyambutan oleh Gubernur Sulut yang diwakilkan oleh Meiki Onibala. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan untuk membangun bangsa dan daerah untuk menjadi lebih baik melalui deklarasi Waraney Tanah Toar  Lumimuut. Deklarasi ini pula diharapkan agar semakin mengakselarasi pembangunan dan menjaga nilai adat dan budaya serta potensi.

Selain itu, gubernur juga menghimbau untuk menjaga adat istiadat ditengah perkembangan zaman digital dan teknologi sehingga perlu menjaga budaya. Sementara itu, Pemprov Sulut senantiasa menopang tujuan Waraney untuk mewujudkan karya pembangunan dan bersinergi dengan pemerintah dalam mengawal pembangunan lintas sektor dalam menghadapi tantangan yang makin kompleks dan dinamis.

“Marilah kita menjadi menjadi agen-agen perubahan, pengawal pembangunan karena ke depan kita harus terus memantapkan langkah dalam melanjutkan pembangunan daerah di lintas sector dan dimensi terlebih dalam mengimbangi beragam tantangan yang semakin kompleks dan dinasi” ujar Meiki membacakan sambutan Gubernur Sulut.

Selepas sambutan tersebut, kegiatan dilanjut dengan penanaman pohon Tawa’ang (pohon pembatas) simbolik penjaga adat dan budaya Tanah Toar Lumimuut. Selesai semua rangkaian kegiatan di lapangan gubernur, kegiatan dilanjutkan dengan konvoi massa menuju kawasan Mega Mas menggunakan kendaraan bermotor. Konvoi massa dimulai dari Jl. 17 Agustus – Jl. C.H Taulu – Jl. Sam Ratulangi – Jl. Ahmad Yani – Jl. Piere Tandean (kawasan Mega Mas). (Ar)

TINGGALKAN BALASAN