Bahar Smith Enggan di SIdang di Bandung

0
70

Bahar Smith dipindahkan ke Pengadilan Negeri Bandung

Bandung – Mahkamah Agung (MA) merestui lokasi persidangan perkara dugaan penganiayaan remaja oleh Habib Bahar bin Smith dipindah ke Bandung. Pengacara Bahar yaitu Sugito Atmo Prawiro akan mengajukan eksepsi.

“Kita nanti akan eksepsi dengan menanyakan apa alasan MA mengeluarkan keputusan itu dan nanti kita akan menggali semua yang jadi pertimbangan MA sehingga memindahkan sidang,” ucap pengacara Bahar, Sugito Atmo Prawiro kepada detikcom saat dihubungi, Selasa (12/2/2019).

Sugito menilai belum ada alasan kuat persidangan dipindah dari Pengadilan Negeri (PN) Cibinong ke PN Bandung. Selama ini persoalan keamanan yang digaungkan jadi alasan yuridis belum kuat. Keberatan atau eksepsi itu akan disampaikan dalam persidangan.
“Sejauh ini karena keamanan agar kondusif, itu kan bahasa formalitas lah. Dan nanti kami harus bisa membuktikan sebenarnya tidak ada masalah. Kalau nanti dipaksakan tanpa ada alasan yang masuk akal ini sudah menjadi politis bukan peristiwa yuridis,” kata Sugito.

Sebelumnya, MA telah menyetujui persidangan Habib Bahar bin Smith digelar di Bandung. Keputusan tersebut tertuang dalam surat keputusan (SK) Ketua MA nomor : 24/KMA/SK/II/2019. Surat itu diterima Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong pada Senin (11/2) kemarin.

“Sudah kita terima pada hari senin. Isinya tentang penunjukan pengadilan negeri Bandung untuk memeriksa dan memutus perkara pidana atas nama terdakwa Habib Bahar bin Smith,” ucap Kasipenkum Kejati Jabar Abdul Muis Ali kepada detikcom via pesan singkat, Selasa (12/2/2019).
Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menyatakan peradilan kasus dugaan penganiayaan remaja dengan tersangka Bahar bin Smith akan digelar di PN Bandung. Penetapan PN Bandung diketahui setelah Kejati Jabar menerima surat keputusan Mahkamah Agung (MA).

“Untuk surat keputusan dari ketua MA sudah kita terima kemarin yaitu mengenai penetapan tempat sidang di Pengadilan Negeri Bandung,” kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jawa Barat Abdul Muis Ali di Bandung, Selasa (12/2).

Abdul menjelaskan, surat ketua MA tersebut bernomor 24/KMA/SK/II/2019, tentang penunjukan Pengadilan Negeri Bandung untuk memeriksa dan memutus perkara pidana atas nama terdakwa Habib Assayyid Bahar bin Smith alias Habib Bahar bin Smith. Surat tersebut dibuat pada 7 Februari 2019.

“Dengan adanya keputusan Ketua MA tersebut, kita persiapkan untuk melakukan pelimpahan perkara Habib Bahar bin Smith secepatnya ke Pengadilan Negeri Bandung,” ujarnya.

Terkait alasan penunjukan PN Bandung, Abdul menjelaskan, karena dua pertimbangan yakni yuridis dan nonyuridis.

“Secara yuridis itu bisa kita laksanakan di PN Bandung, contohnya kasus Buni Yani. Kedua, alasan non uridis yaitu ada faktor sosial, keamanaan demi kelancaran jalannya sidang,” ucap Abdul.

Bahar dijerat sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap dua remaja berinisial MHU (17) dan ABJ (18) di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (1/12).

Dalam kasus itu, Bahar bin Smith dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan/atau Pasal 351 KUHP dan/atau Pasal 80 Undang-Undang Tahun 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

LEAVE A REPLY