Palembang, Semarak.news – Dalam rangka menyemarakkan Hari Kartini yang bertepatan pada 21 April, aktivis perempuan yang tergabung dalam Komunitas Aksi Perempuan Indonesia (API) Kartini regional Sumsel menggelar diskusi publik dengan tema “Memajukan Politik Perempuan untuk Kesejahteraan Sosial” yang bertempat di Komplek Pujasera Hotel All Nite and Day, Palembang. Acara tersebut merupakan kelanjutan dari Kongres Perempuan Indonesia yang diadakan bulan Maret lalu di Jakarta. Hal tersebut disampaikan oleh Bernadette Suzanna Langotukan atau biasa dipanggil Suzie, selaku Ketua Pimpinan API Kartini.

“Kaum Perempuan di Indonesia harus menyadari akan keberadaannya saat ini yang mana memiliki kesetaraan hak dengan kaum laki-laki. Oleh karena itu, diskusi ini bertujuan untuk memajukan peran politik perempuan pada masa kini.” tutur Suzie saat membuka acara.

Acara diskusi tersebut diramaikan oleh para aktivis perempuan yang tergabung dalam komunitas IPEMI (Ikatan Pemuda Muslim Indonesia), GANN, LMND dan beberapa aktivis lainnya yang berasal dari universitas di Kota Palembang seperti UIN Raden Fatah dan Universitas Sriwijaya (UNSRI).

Selain untuk menggalakkan kesadaran perempuan terhadap kesetaraan hak dengan kaum pria, kegiatan ini juga merupakan media bagi API Kartini untuk menjaring dan menghimpun anggota yang peduli akan eksistensi kaum wanita terutama di daerah Sumatera Selatan agar tidak melulu terkungkum dalam lingkungan patriaki yang mana sering terjadi adanya penindasan dan pelecehan terhadap kaum wanita.

“Sebagai perempuan, sudah selayaknya kita harus bangkit dari kehidupan patriaki dan neoliberalisme maupun neopolitis. Perempuan harus mampu untuk berjuang dan menjadi pemenang dalam kehidupan ini. setidaknya dalam hal berpolitik, kita mampu berpartisipasi penuh guna memajukan hak-hak perempuan kedepannya ” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Lucianty Febri, seorang politisi wanita sekaligus pengusaha inspiratif yang memiliki sejuta pengalaman yang mampu memotivasi kaum wanita melalui kisahnya.

“Saya menginginkan kepada seluruh kaum perempuan harus mampu bergerak sendiri membuka usaha dan memanfaatkan peluang yang ada agar dapat berkecimpung dalam merintis dunia bisnis.” ungkap Lucianty yang juga merupakan istri dari seorang politisi di Kabupaten Musi Banyuasin.

Ia mengaku bahwa dahulu ia bukanlah merupakan sosok perempuan yang sukses seperti sekarang ini. Pada kesempatan ini, ia juga membagikan kisah dan pengalamannya sehingga ia dapat meraih kesuksesan hingga saat ini berkat adanya kiat-kiat khusus yang ia jadikan pedoman dalam mecapai kesuksesan.

“Keberhasilan saya hingga saat ini, bermula dari mimpi dan impian yang saya miliki. Dengan impian tersebut, saya juga memanfaatkan peluang yang ada di sekitar saya. Namun, hal tersebut tidak lepas dari adanya tantangan yang dihadapi dalam dunia bisnis, yakni¬† harus dimulai dengan tekad dan niat yang kuat. Selain itu agar menjadi seorang pengusaha yang sukses harus fokus pada tujuan, tidak menunda waktu dalam bertindak dan menjalankan rencana, memiliki strategi yang matang dalam jangka pendek, menengah, dan panjang, berani mengambil resiko dalam setiap usaha, mengevaluasi setiap hasil usaha dan tidak lupa untuk berdoa serta bersyukur.” ucap Lucianty.

Acara ini ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan oleh pihak API Kartini dan foto bersama para aktivis yang berasal dari masing-masing komunitas yang hadir di acara diskusi tersebut.

 

TINGGALKAN BALASAN