Apa Kabar Dana Desa Kalimantan Selatan?

Sumber : Semarak News

Banjarbaru, Semarak News – Dana Desa merupakan implementasi dari Nawa Cita Presiden Jokowi yaitu membangun Desa dari Pinggiran, yang dilaksanakan Oleh Kementerian Desa PDT Transmigrasi RI  berupa bantuan dana kepada desa – desa agar menjadi maju dan mandiri.  Ada 2 tujuan utama dari program ini yaitu pembangunan dan permberdayaan desa. Di Provinsi Kalimantan Selatan terdapat 11 Kabupaten dari 13 Kabupaten Kota yang mendapat Dana Desa, dimana Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru tidak mendapat Dana Desa.

Perwakilan Satuan Kerja Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD) dari Kementerian Desa, Arma (13/3) menyampaikan, “Tahun ini penyaluran dana desa dibagi menjadi 3 tahap, tahap I sebesar 20% (Februari), tahap II sebesar 40% (Mei-Juni), tahap III sebesar (40%).”

Dibanding tahun sebelumnya, pembagian tahap penyaluran dana desa tahun 2018 ini berbeda. Tahun 2017 lalu, hanya ada 2 tahapan yang dibagi sebesar 40% dan 60%.

“Harus ada musyawarah antara aparatur desa dan Pemkab setempat dlam bentuk APBDes yang telah mendapatkan persetujuan dari BUPATI sebelum dana dikucurkan.”, tambah Arma. Musyawarah yang dimaksud adalah pembahasan tentang pengajuan anggaran desa untuk kemudian dicairkan dalam bentuk Dana Desa.

Dalam pengajuan anggaran, dana yang cair memang tidak akan habis secara sempurna (sisa 0) melainkan pasti ada sisa. Terkait hal tersebut, Arman menyampaikan bahwa sisa dana akan masuk ke SILPA yang terintegrasi dalam aplikasi SISKEUDES yang akan tetap akan dilaporkan dalam Surat Pertanggungjawaban (SPJ) ke pihak pengawas Dana Desa. Melihat sistem pengolahan sisa dana tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kemungkinan penyelewengan dana oleh pemerintah dengan dalih sisa Dana Desa.

Perkembangan Dana Desa Kalsel

Terkait perkembangan penyaluran Dana Desa di Provinsi Kalimantan Selatan, Anggota Perwakilan Satuan  Kerja P3MD DPMD Provinsi Kalsel lainnya, M. Rizqiannor (13/3) mengatakan, “Hingga saat ini, baru 4 Kabupaten yang sudah menyalurkan dana desa, Kabupaten Batola (Barito Kuala), Tapin, Hulu Sungai Selatan , dan Hulu Sungai Tengah.”

Hal tersebut sesuai dengan tabel monitoring penyaluran Dana Desa yang menyebutkan bahwa hingga Maret 2018, baru ada 4 Kabupaten yang sudah menyalurkan Dana Desa yaitu Kabupaten Barito Kuala sebesar Rp10.159.977.420,- (7.6%), Kabupaten Tapin sebesar Rp16.885.512.200,- (19.1%), Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebesar Rp13.359.508.000,- (12,7%), dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebesar Rp132.974.800,- (0.1%).

Pertanyaan yang muncul adalah mengapa pada tahap I yang seharusnya dilakukan pada Februari masih belum selesai. Terkait hal tersebut, Rizki menambahkan, “Kendala yang dihadapi berupa birokrasi yang berjenjang dikarenakan penyaluran Dana Desa melewati tahapan tahapan, seperti persetujuan Pemerintah Kabupaten dan Proses Pencairan Dana Desa melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Wilayah Kalimantan Selatan, namun hal itu sudah dapat difasilitasi dengan hadirnya Para Pendamping Desa yang mengiringi Program P3MD ini sejak Tahun 2015.”

Warga di desa pasti sudah menantikan cairnya Dana Desa ini agar pembangunan dan pemberdayaan desa dapat segera dilaksanakan secara maksimal. Namun, warga desa tidak perlu khawatir, Pemprov Kalsel melalui Dinas Pembangunan dan Pemberdayaan Desa sudah mempunyai langkah – langkah untuk mengatasi kendala tersebut. (NTH)

TINGGALKAN BALASAN