Alor, Semarak. News | AGEN Of Peace (AOP) Peace Generation Alor Raspa Abdullah Laa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bisa ikut bersama menyebarkan virus perdamaian dimuka bumi khususnya Alor tercinta.

Hal ini disampaikan saat dirinya menjadi nara sumber pada Training 12 Nilai Dasar Perdamaian yang dilaksanakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Alor menyongsong milad ke 55 nya. Kegiatan ini berlangsung di Kampus STIKIP Muhammadiyah Jalan KH. Ahmad Dahlan Nomor 1 Kelurahan Wetabua Kabupaten Alor Rabu, 13 Maret 2019 pagi.

“Peace Generation itu berbeda dengan lembaga-lembaga perdamaian lainnya karena punya modul baik untuk siswa maupun untuk guru. Didalam modul itu terdapat 12 nilai dasar perdamaian yang sekiranya bisa kita miliki untuk menjadi orang-orang yang damai di bumi ini, kata Raspa.

Ia menambahkan, salah satu prinsip yang dipegang oleh peace generation dalam mengantisipasi keberagaman agama dan lainnya, jika agama hadir untuk membuat perdamaian mengapa sekarang orang bertikai karena agama.

“Agama hadir membangun jembatan kenapa akhir-akhir ini kita bangun tembok pemisah. Maka dengan 12 nilai dasar ini kita bisa jadikan jalan untuk menghancurkan tembok yang selama ini memisahkan kita,” tambahnya.

Sementara Ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STIKIP Muhammadiyah Muhammad Abdullah dalam sambutannya mengatakan dari hasil training ini dapat membekali mahasiswa sebagai agen-agen perdamaian ditengah masyarakat.

“Kita tau akhir-akhir ini kita diperhadapkan dengan berbagai dinamika kehidupan dalam masyarakat terlebih lagi dalam momen politik saat ini,” kata Abdullah.

Untuk itu dirinya berharap training 12 nilai perdamaian ini tidak hanya terjadi di dalam kampus tetapi harus diwujudnyatakan ditengah kehidupan bermasyarakat.

“Damai itu indah, kenapa kita harus bertikai. Sebagai agen pembaharu dan sesuai motto Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yakni humanitas maka wujudnyatakanlah humanitas itu didalam kehidupan ini,” tegas Muhammad Abdullah.

Senada juga disampaikan Pimpinan Cabang IMM Alor Jamra Lapung yang berharap dengan training ini seluruh masyarakat khususnya Alor dapat menyatukan perbedaan sesuai semboyan gunung pantai.

“Di gunung kita bilang tara miti tomi nuku, di pantai kita sebut kakang aring,” ujarnya singkat

Untuk itu Jamra juga menghimbau agar seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan keadaan atau isu-isu liat yang bereder saat ini.

“Sementara kita berada dalam momentum politik tentunya banyak berita yang kadang membawa kita pada perpecahan. Jangan jadikan perbedaan politik sebagai jurang pemisah diantara kita,” pungkasnya.

Training 12 nilai dasar perdamaian ini meliputi bangga jadi diri sendiri, no curiga no prasangka, beda kebudayaan tetap berteman, beda keyakinan tak usah musuhan, laki-laki dan perempuan sama-sama manusia, kaya tidak sombong miskin tidak minder, kalau pria jangan nge-gank, indahnya perbedaan, konflik buat kamu makin dewasa, pake otak jangan main otot, tidak gengsi ngaku salah, tidak pelit memberi maaf. *(joka)

LEAVE A REPLY