Antusiasme TKI Kab. Lobar

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Kab. Lobar, Ir. Lalu Sukawadi, MSi

Giri Menang, Semarak.news – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kab. Lombok Barat (Lobar), NTB banyak yang bekerja di negara Malaysia, Taiwan, Hongkong, dan Singapura. Meskipun banyak yang sukses, namun ada pula TKI yang bermasalah dan dipulangkan karena berbagai hal.

Tahun 2017 tercatat sekitar 4.900 TKI asal Kab. Lobar yang bekerja di luar negeri dengan mayoritas negara Malaysia sebagai negara tujuan TKI. Sudah ada sebanyak 15 Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang terdaftar di Kab. Lobar yang terdiri dari 2 PJTKI kantor pusat dan 13 PJTKI kantor cabang.

“Kami telah melakukan berbagai upaya antisipasi adanya TKI ilegal dengan menyelenggarakan sosialisasi pada 14 dan 21 April 2018 di kantong-kantong TKI yang ada di wilayah Kab. Lobar. Selain itu juga menyelenggarakan Job Fair pada bulan Maret 2018 yang bekerjasama dengan 15 perusahaan guna menekan warga yang ingin bekerja di luar negeri. Rencananya pada bulan Juni 2018, Disnaker Lobar akan kembali menggelar Job Fair 2018 dengan 40 perusahaan peserta.” ungkap Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Kab. Lobar, Ir. Lalu Sukawadi, MSi kepada Semarak.news kemarin (25/04/2018).

Timur Tengah masih menjadi negara tujuan favorit TKI karena mereka dapat juga melaksanakan ibadah haji. Namun pihaknya menghimbau kepada masyarakat apabila ada oknum yang mengajak bekerja di Timur Tengah untuk tidak tergiur karena moratorium masih diberlakukan. Saat ini pemerintah pusat sedang melakukan upaya untuk memeriksa PJTKI agar kredibel dan bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesejahteraan TKI di luar negeri.

Pihaknya berharap moratorium segera dihapuskan mengingat antusias masyarakat Kab. Lobar yang ingin bekerja ke Timur Tengah. Selama ini banyak TKI mayoritas TKW yang berangkat secara ilegal ke Timur Tengah akibat kebijakan moratorium tersebut. Terakhir pada bulan April 2018 terdapat 8 TKW yang akan berangkat ke Timur Tengah dan digagalkan di Jakarta dan selanjutnya diurus oleh Disnaker Lobar untuk dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Salah satu penyebab adanya TKI ilegal yang bekerja di luar negeri adalah minimnya pendidikan dan SDM para calon, minimnya informasi, adanya iming-iming sponsor akan penghasilan yang besar dsb, dan ketidaksabaran calon menunggu sehingga memilih menggunakan cara ilegal agar cepat bekerja di luar negeri.

“Kami telah melakukan upaya menekan arus penduduk yang ingin bekerja di luar negeri dengan memberikan bantuan berupa pemberian ketrampilan kerja dan bantuan alat-alat kerja untuk membangun usaha sendiri. Salah satu contohnya adalah membangun bengkel, toko, salon, dan usaha lain. Disnaker juga menghimbau kepada TKI yang bekerja di luar negeri agar menyimpan uang hasil kerjanya agar dapat digunakan untuk membangun usaha di Indonesia dan tidak kembali bekerja ke luar negeri.” tutupnya.

TINGGALKAN BALASAN