Andi Asrun Pertanyakan Keabsahan Yusril, Yusril: Itu Cuma Pengalihan

sumber: Semaraknews

Semaraknews.com, Banjarmasin- Sidang terbuka gugatan PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) memasuki tahap kedua. Agenda sidang kali ini adalah pembacaan jawaban dari pihak tergugat. Seharusnya agena pembacaan jawaban sudah dilakukan dua minggu yang lalu. Tetapi karena gugatan dianggap belum final serta belum lengkapnya administrasi pihak penggugat membuat sidang ditunda.

Saat pembacaan jawaban dari tergugat, Andi Asrun, Kuasa Hukum Pihan Pemprov, masih mempermasalahkan surat pengangkatan Yusril sebagai konsulat hukum. Surat Peradi yang dimiliki Yusril masih dirasa belum cukup.

“Peralihan status konsultan hukum anggota asosiasi menjadi advokad harus ada proses administrasi, Yusril masih belum bisa menunjukan itu”, ujar Andi Asrun saat ditemui di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin, (29/03)

Saat ditanya apakah hal ini dimaksudkan sebagai pengalihan sehingga pihak Pemprov terkesan mengulur-ulur waktu. Asrun menjawab dengan tegas tidak ada maksud seperti itu.

“Ikan Sepat Ikan Gabus, semakin cepat semakin bagus,” jawabnya mantab.

Menanggapi legalitas advokad Yusril yang masih dipertanyakan oleh Andi Asrun. Yusril memberikan penjelasan terkait legalitasnya sebagai advokad.

“Ada aturan peralihan. Kepada saya, sudah dijelaskan oleh Peradi. Saya dulunya adalah anggota Asosiasi Konsultan Hukum Indonesia dan setelah pelakunya mengenal advokat, seluruhnya diserahkan kepada Peradi. Lalu Pradi keluarkan kartu anggota, tanpa adanya pengangkatan dan penyumpahan lagi,” jelas Yusril saat ditanyakan terkait legalitasnya.

Menurut Yusril, pihak Pemprov mash belum memfokuskan pada substansi pembahasan. Persoalan ini dianggap Ysril sebagai pengalihan.

“Ya cari-cari masalah aja, kami juga nggak pernah memersoalkan surat pengangkatan Andi Asrun,” ucap Yusril.

“Sebagian besar jawaban dari Andi Asrun menjawab terkait permasalahan advokat. Sementara substansi persoalan hanya dijawab sambil lalu saja, ini agak aneh,” sambungnya.

Selain itu Andi Asrun mengatakan bahwa SK Gubernur terbit karena banyaknya aspirasi dari masyarakat yang muncul untuk menolak kegiatan pertambangan.

“Aspirasi yang didengar adalah aspirasi yang muncul keatas, yang muncul adalah yang menolak, kalo yang pro, mana kita nggak pernah denger yang pro,” jelasnya.

Namun berlawanan dari pernyataan tersebut, beberapa warga Kotabaru yang turut menghadiri persidangan. Warga ini adalah masyarakat pendukung PT SILO yang turut merasakan maanfaat apabila PT SILO melakukan pertambangan di daerah tersebut.

“Adanya PT SILO sangat membantu ekonomi masyarakat setempat. Membuka lapangan kerja bagi masyarakat pengangguran,” jelas salah satu warga Kotabaru.

Sidang ini akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda pembacaan replik oleh pihak penggugat.

Dikeluarkanya SK Gubernur Kalsel tentang pencabutan Izin Usaha Tambang (IUP) 3 anak perusahaan PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) masih menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat. Sehingga saat sidang terbuka pertama masih diwarnai aksi demo dari pihak yang mendukung PT SILO maupun pihak yang mendukung Pemprov

Semaraknews.com, Banjarmasin- Sidang terbuka gugatan PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) memasuki tahap kedua. Agenda sidang kali ini adalah pembacaan jawaban dari pihak tergugat. Seharusnya agena pembacaan jawaban sudah dilakukan dua minggu yang lalu. Tetapi karena gugatan dianggap belum final serta belum lengkapnya administrasi pihak penggugat membuat sidang ditunda.

Saat pembacaan jawaban dari tergugat, Andi Asrun, Kuasa Hukum Pihan Pemprov, masih mempermasalahkan surat pengangkatan Yusril sebagai konsulat hukum. Surat Peradi yang dimiliki Yusril masih dirasa belum cukup.

“Peralihan status konsultan hukum anggota asosiasi menjadi advokad harus ada proses administrasi, Yusril masih belum bisa menunjukan itu”, ujar Andi Asrun saat ditemui di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin, (29/03)

Saat ditanya apakah hal ini dimaksudkan sebagai pengalihan sehingga pihak Pemprov terkesan mengulur-ulur waktu. Asrun menjawab dengan tegas tidak ada maksud seperti itu.

“Ikan Sepat Ikan Gabus, semakin cepat semakin bagus,” jawabnya mantab.

Menanggapi legalitas advokad Yusril yang masih dipertanyakan oleh Andi Asrun. Yusril memberikan penjelasan terkait legalitasnya sebagai advokad.

“Ada aturan peralihan. Kepada saya, sudah dijelaskan oleh Peradi. Saya dulunya adalah anggota Asosiasi Konsultan Hukum Indonesia dan setelah pelakunya mengenal advokat, seluruhnya diserahkan kepada Peradi. Lalu Pradi keluarkan kartu anggota, tanpa adanya pengangkatan dan penyumpahan lagi,” jelas Yusril saat ditanyakan terkait legalitasnya.

Menurut Yusril, pihak Pemprov mash belum memfokuskan pada substansi pembahasan. Persoalan ini dianggap Ysril sebagai pengalihan.

“Ya cari-cari masalah aja, kami juga nggak pernah memersoalkan surat pengangkatan Andi Asrun,” ucap Yusril.

“Sebagian besar jawaban dari Andi Asrun menjawab terkait permasalahan advokat. Sementara substansi persoalan hanya dijawab sambil lalu saja, ini agak aneh,” sambungnya.

Selain itu Andi Asrun mengatakan bahwa SK Gubernur terbit karena banyaknya aspirasi dari masyarakat yang muncul untuk menolak kegiatan pertambangan.

“Aspirasi yang didengar adalah aspirasi yang muncul keatas, yang muncul adalah yang menolak, kalo yang pro, mana kita nggak pernah denger yang pro,” jelasnya.

Namun berlawanan dari pernyataan tersebut, beberapa warga Kotabaru yang turut menghadiri persidangan. Warga ini adalah masyarakat pendukung PT SILO yang turut merasakan maanfaat apabila PT SILO melakukan pertambangan di daerah tersebut.

“Adanya PT SILO sangat membantu ekonomi masyarakat setempat. Membuka lapangan kerja bagi masyarakat pengangguran,” jelas salah satu warga Kotabaru.

Sidang ini akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda pembacaan replik oleh pihak penggugat.

Dikeluarkanya SK Gubernur Kalsel tentang pencabutan Izin Usaha Tambang (IUP) 3 anak perusahaan PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) masih menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat. Sehingga saat sidang terbuka pertama masih diwarnai aksi demo dari pihak yang mendukung PT SILO maupun pihak yang mendukung Pemprov.

TINGGALKAN BALASAN