AKSI KAMISAN SURABAYA, Sukoharjo Desa Wisata Racun

Aksi Kamisan Surabaya didepan Gedung Grahadi. Sumber: Pribadi

Surabaya, Semarak.News- Belasan orang yang tergabung dalam aksi kamisan menuntut keadilan kepada pemerintah terkait adanya pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT. Rayon Utama Makmur (PT. RUM) di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Aksi yang dilakukan didepan Gedung Grahadi Jawa Timur (8/10) ini tetap berlangsung walau Hujan deras sempat mengguyur kota Surabaya. Ditengah derasnya hujan para aktivis ini melakukan aksinya, dengan membawa poster poster perlawanan terhadap pencemaran lingkungan di Sukoharjo.

Hujan deras sekalipun tidak menyurutkan niat para aktivis untuk memperjuangkan suara suara dan aspirasi masyarakat kecil yang tertindas. Dimana sudah berjalan satu tahun, PT.RUM Sukoharjo tidak menemukan hasilnya.

PT RUM diduga melanggar izin lingkungan memproduksi gas berbahaya karbon disulfida yang nihil dibahas dalam AMDAL pendirian pabrik. Padahal hal ini merupakan salah satu hal terpenting dalam pengurusan perizinan suatu perusahaan.

PT RUM sempat dihentikan izin produksinya oleh Bupati Sukoharjo. Namun dengan dalih percobaan alat baru PT RUM kembali memproduksi polusi yang berdampak pada warga Sukoharjo.

Proses belajar mengajar terganggu akibat dampak polusi PT RUM. Sumber: Thejakartapost.com

Kini warga sukoharjo terganggu aktifitasnya, bau yang dihasilkan oleh PT RUM sangat mengganggu warga. Tidak hanya itu saja, aktifitas belajar mengajar juga harus menggunakan masker. Yang tentu saja hal tersebut menganggu.

“Di Sukoharjo terdapat tiga perusahaan, PT RUM, PT DELTA, dan PT Sritex. Berbeda dengan PT RUM dua perusahaan tersebut hanya membuat warna sungai saja berubah namun tidak terlalu menganggu ekosistem yang ada.” Ujar Agus Bagong (Warga Sukoharjo)

Selain hal tersebut, dikasus ini telah terjadi penangkapan kepada tujuh orang aktivis. Namun ada banyak kejanggalan yang terjadi dalam kasus tersebut. Seperti, penangkapan aktivis yang bernama Danang, ia  ditangkap karena pelanggaran UU ITE. Walaupun sebenarnya, akun yang dilaporkan bukanlah akun miliknya.

Selain itu kasus aktivis bernama Muhammad Hisbun Payu lebih dikenal Is. Ia ditangkap atas tuduhan perusakan pos keamanan PT RUM. Kenyataannya, ia bersama warga lain hanya menaiki pagar dan tidak merusak pos sama sekali.

Dalam aksi ini, aktivis menuntut agar segera ada penyelesaian serius dari pemerintah terkait kasus yang ada. Tidak hanya kasus itu saja, melainkan kasus-kasus agraria lain yang ada di Indonesia. (AL)

TINGGALKAN BALASAN