Aksi FRI-WP Peringati 1 Desember Dibubarkan

Ternate, Semarak.news—1 Desember 1961 atau 57 tahun silam kembali diperingati di Kota Ternate, Sabtu (1/12/2018), tetapi langsung dibubarkan oleh pihak Kepolisian dan TNI.

Demonstrasi kali ini menyampaikan dua hal pokok. Pertama, harapan agar pemerintah Indonesia menyelesaikan permasalahan HAM di Papua. Kedua diizinkannya rakyat Papua untuk bisa melakukan referendum ulang.

United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menyeru agar pada hari ini dilakukan doa nasional dalam memperingati HUT West Papua. Hal tersebut disampaikan Ketua ULMWP Benny Wenda dalam laman resmi Tabloid Wani.

Aksi ini juga dilakukan serentak di 11 kota di Indonesia. Maluku Utara menjadi pusat dengan tiga kabupaten/kota: Ternate, Sula, dan Tobelo. Kemudian aksi juga dilaksanakan di Jakarta, Surabaya, Palu, Kupang, Makassar, dan Manado.

Di lain sisi, M. Aninab Kasat Sabhara Polres Ternate saat dilapangan mengatakan bahwa mereka akan digiring ke Polres Ternate.

“Kita akan giring mereka ke Polres, lakukan pendataan. Apabila dalam proses pendalaman diketahui melakukan pelanggaran akan dilakukan proses hukum, tetapi mengingat mereka masih muda akan dilakukan pembinaan.”

Sebelumnya, massa sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke Polres Ternate, tetapi ditolak. Pihak Polres beranggapan bahwa hal tersebut merupakan tindakan makar.

Rudy Pravda saat diwancarai oleh media

Sesampainya di Polres Ternate, massa aksi didata dan dipisahkan. Mereka yang berasal dari Papua dipisahkan dengan massa yang berasal dari Maluku Utara. (MDZ)

TINGGALKAN BALASAN