Akhmad Najib : Perayaan Cap Go Meh Wujud Keberagaman Masyarakat Palembang yang Damai

[foto : Humas Pemkot Palembang]

Palembang, Semarak.news – PJS Walikota Palembang Akhmad Najib bersama Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumatera Selatan, Kapolresta Palembang, Dandim serta Pejabat Pemerintah Kota Palembang, menghadiri puncak perayaan Cap Go Meh di Pulo Kemaro, Rabu malam (28/2).

Akhmad Najib mengungkapkan, perayaan Cap Go Meh merupakan wujud nyata dari keberagamaan di kota Palembang. “Semua bergembira, bukan hanya masyarakat Tionghoa, namun dari semua kalangan masyarakat turut hadir kesini merayakan Cap Go Meh, ini menunjukkan keberagamaan semakin terasa indah.” ungkap Akhmad Najib.

Pengganti sementara Harnojoyo itu menegaskan, Palembang merupakan kota dengan zero konflik. “Belum pernah terjadi dan Insya Allah tidak akan terjadi kerusuhan antar etnis, suku dan umat beragama di Palembang, ini menunjukkan masyarakat Palembang cinta damai walaupun beragam”.

Najib menambahkan, melalui perayaan Cap Go Meh ini juga mampu menaikkan ekonomi masyarakat. “Terdapat ratusan pedagang disini, kapal ketek semakin banyak dibutuhkan  sehingga berdampak terhadap berputarnya roda ekonomi masyarakat ” tambah Najib.

Ketua Panitia perayaan Cap Go Meh, Candra Husen menjelaskan, selama 15 hari perayaan Cap Go Meh, pengunjung Pulo Kemaro mencapai 80.000 setiap harinya. “Ini semua ditunjang dengan fasilitas Pulo Kemaro yang semakin baik, terdapat beberapa penambahan dermaga bagi pengunjung jalur sungai dan penambahan lahan parkir bagi pengunjung melalui jalur darat, sehingga masyarakat semakin mudah dalam mencapai lokasi Pulo Kemaro” jelasnya.

Nurleni (34) warga Kelurahan 3 Ilir yang datang berkunjung bersama keluarganya mengaku datang ke Pulo Kemaro saat Cap Go Meh merupakan rutinitasnya setiap tahun. “Kami sudah sering, setiap Cap Go Meh pasti kesini, bersama suami dan anak-anak, sekalian jalan-jalan, Alhamdulillah walaupun sangat ramai, tapi berjalan aman”.

Hal senada juga disampaikan Efran (26) yang jauh dari Gandus sengaja datang ke Pulo Kemaro untuk liburan. “Kami kesini bersama kawan-kawan, senang melihat situasi yang ramai, beragam masyarakatnya namun tetap aman” pungkas Efran.

TINGGALKAN BALASAN