Sidang Dugaan Korupsi NTT Fair, Lebu Raya Lebih Banyak Jawab Tidak Tahu...

Sidang Dugaan Korupsi NTT Fair, Lebu Raya Lebih Banyak Jawab Tidak Tahu dan Tidak Pernah

0
28

Kupang, Semarak.News | Benang kusut kasus dugaan korupsi proyek NTT Fair yang menyita perhatian publik, mulai terungkap kejanggalannya. Pasalnya, dari keterangan saksi-saksi yang mengungkap keterlibatan mantan gubernur NTT, Frans Lebu Raya, tidak satupun yang terjawab oleh mantan gubenur dua periode ini.

Bantahan Frans Leburaya terkait hasil keterangan terdakwa Yuli Afra(YA) dan ajudannya (Bobi) serta ajudan Frans Lebu Raya (Aryant) disidang sebelumnya, yang mengatakan pernah menitipkan amplop berisi uang melalui Bobi, yang mana kemudian Bobi serahkan ke Aryanto. Lalu Aryanto lanjut menyerahkan amplop berisi uang tersebut ke Lebu Raya.

Menurut Lebu Raya, YA hanya pernah satu kali datang menemuinya dan melaporkan bahwa proyek NTT Fair akan dilelang. Saat itu Frans hanya mengatakan kepada YA agar melakukan lelang sesuai aturan/mekanisme. Soal perkembangan pembangunan NTT Fair Lebu Raya tidak pernah bertanya langsung ke YA. Tetapi sebagai gubernur pernah bertanya di rapat-rapat evaluasi dinas bersama semua SKPD.

Lanjut Lebu Raya menerangkan, bahwa YA kemudian datang lagi memberitahukan kepadanya tentang rencana peletakan batu pertama (ground breaking) proyek NTT Fair. “Saat itu sebagai gubernur saya hanya katakan siapkan dengan baik.” tandas Lebu Raya.

Dalam kesaksian YA ke lokasi proyek NTT Fair saat peletakan batu pertama berada satu mobil dengan Frans  yang di temani ajudannya, akan tetapi kesaksian YA di bantah oleh Frans. “Pernahkah saudara saksi meminta YA sebagai kuasa pengguna anggaran NTT Fair fee sebesar 2,5% ?” tanya Hakim Dju Johnson Mira Mangi.

Frans Lebu Raya kemudian menjawab tidak pernah. Lalu tentang apakah Ia pernah bertanya kepada terdakwa YA siapa dan yang mana kontraktor proyek tersebut? Frans juga katakan tidak pernah bertanya.

Lagi-lagi Frans membantah tidak pernah memanggil dan memarahi YA terkait proyek NTT Fair yang belum selesai apalagi memintanya untuk segera offer pengerjaan proyek NTT Fair ke kontraktor lain. Ia hanya berharap percepatan penyelesaian kerja proyek.

Sementara keterangan Aryanto yang mengatakan pernah dua kali menyerahkan amplop berisi uang kepada Lebu Raya dan meletakannya di atas meja, Frans kembali membantah. “Selama saya menjadi gubernur saya tidak pernah membuka amplop yang berisi uang. Saya menerima banyak amplop dari orang lain tetapi amplop-amplop tersebut umumnya berisi majalah dan kalender serta buletin, ujar Frans membantah.

Mantan gubernur NTT itu juga mengatakan YA tidak pernah mengkonfirmasi dengan dirinya telah menitipkan sesuatu kepadanya melalui ajudannya.

Sementara YA pada kesempatan lain menerangkan bahwa setelah Bobi menyerahkan amplop berisi uang ke ajudan Lebu Raya, Bobi mengkonfirmasi bahwa amplop tersebut sudah diserahkan kepada Lebu Raya melalui ajudan Lebu Raya yang bernama Aryanto.
YA mengakui tidak pernah berkonfirmasi langsung ke Lebu Raya soal kepastian amplop berisi uang tersebut sudah diterima Lebu Raya atau belum.

Ketika di tanya hakim, apa Gubernur Lebu Raya pernah diperkenalkan tersangka Hadmen Puri, dia menjawab tidak pernah dan tidak mengenal yang mulia.

Selanjutnya terkait keterangan YA disidang sebelumnya yang mengatakan memberi uang sebesar Rp 100 juga kepada Sekda NTT Benedictus Polomaing dan yang diakui Ben Polomaing digunakan untuk pembayaran sewa beli ex Mobil Dinas Gubernur, untuk kemudian diberikan kepada Lebu Raya, mengingat masa jabatannya sebagai gubernur hampir selesai. Lebu Raya mengatakan tidak tahu dan tidak pernah diberitahukan secara langsung oleh Ben Polomaing.

Leburaya mengakui Ben polomaing memberi kwitansi pembayaran itu melalui saudarinya dan di kembalikan kembali ke Ben Polomaing juga lewat saudarinya. “Mobil itu juga tidak pernah ada sampai sekarang yang mulia. Akan tetapi saya  pernah mengajukan sewa beli ex mobil dinas yang dimaksud,” ujar Lebu Raya dalam persidangan.

Sidang di tutup dan di lanjutkan kembali pada hari Rabu (20/11/ 2019). *(MA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY