Penutupan TMMD Nanti Bakal Diisi Tarian Lego-lego dan Baksos

Penutupan TMMD Nanti Bakal Diisi Tarian Lego-lego dan Baksos

0
33

Pailelang, Semarak.News | Jajaran Kodim 1622/Alor berencana akan menggelar Lego-lego, tarian adat tradisional Alor dan bakti sosial (baksos) pengobatan gratis. Kegiatan tersebut rencananya diselenggarakan pada penghujung pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 yang sedang berlangsung di Desa Pailelang Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD).

Hal itu dikatakan Dandim 1622/Alor, Letkol Inf Supyan Munawar,S.Ag saat berbincang-bincang bersama wartawan di Poskotis TMMD di Pailelang, Sabtu, (13/7/19) siang. Ia menyebut, ingin mengangkat budaya Alor lewat kegiatan seperti ini yakni menggelar Lego-lego.

Saya mau ada kolaborasi lah. Kalau bisa nanti dua hari sebelum penutupan TMMD kita buat Lego-lego. Kalau ada pertunjukan seni budaya Alor kita bisa isi juga. Bisa ya, saya kira bagus itu. Tujuannya kita ingin mengangkat budaya Alor,” ucap Dandim Alor.

Eks Himpunan Mahasiswa Islam ini mengatakan, Lego-lego dan pelaksanaan pengobatan gratis akan dilakukan di kompleks SMP Negeri Pailelang. Namun sebelumnya, diumumkan kepada warga Kota Kalabahi dan sekitarnya yang mungkin membutuhkannya dengan target peserta pasien 500 – 700 orang.

Untuk baksos pengobatan gratis, mantan Kopassus ini kemudian menghubungi tim medis dari Jakarta untuk membantu memback-upnya. “Halo Mas Wendy…gimana kabar? Oh ya Mas Wendy, saya punya kegiatan, TMMD di Alor. Kegiatannya udah jalan. Nah…saya rencana mau buat kegiatan pengobatan gratis pas penutupan nanti. Gimana Mas Wendy, bisa? Coba nanti dikordinasikan. Nanti saya kirim alamat lokasi kegiatan TMMD ya…,” ucap Dandim Alor ketika menghubungi seseorang bernama Wendy.

Sementara itu, Gembala GKII Jemaat Siloam Pailelang Oktovianus Jenfani,S.Th menyatakan, Lego-lego merupakan budaya Alor yang hapir punah. Karena itu, dirinya mengharapkan tarian tradisional seperti ini harus terus dilestarikan.

Lego-lego merupakan sebuah tradisi yg memiliki filosofi persekutuan dalam lingkaran Lego-lego. Nilai-nilai Lego-lego saat ini sudah hampir punah karena itu perlu diangkat kembali. Adapun faktor penyebab yakni berkurang niatnya generasi saat ini terhadap budaya Lego-lego tersebut,” ujar calon kepala desa Pailelang nomor urut 3 itu.

Menurut Okto, beberapa faktor penyebab budaya Lego-lego hampir punah karena masuknya budaya luar, kurang adanya pengkaderan tentang tata cara Lego-lego yang benar seperti bagaimana melantunkan pantun dan bagaimana melangkah dalam irama Lego-lego itu. “Oleh karena itu, Lego-lego perlu di lestarikan dan bila perlu di buat sebuah sanggar pendidikan Lego-lego di setiap desa,” katanya.

Pelaksanaan kegiatan TMMD ke 105 di Desa Pailelang telah berlangsung sejak tanggal 11 Juli 2019 lalu. Sasarannya adalah pembongkaran jalan baru sepanjang 1,4 kilometer, pembangunan lapangan bola volly dan taman baca. Penutupan kegiatan tentara masuk desa ini pada 8 Agustus nanti.  (*)

Penulis: Joka
Foto: Istimewa

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY