Kalabahi, Semarak.News | “Sebagai hamba Tuhan, saya meminta agar setiap jemaat untuk menghindari kebiasaan mengkritik pendeta. Warga jemaat harusnya lebih membantu dan mendukung pelayanan pendeta,”. Hal ini ditegaskan Pdt Jhon Johannes, M.Th saat menghubungi wartawan via messanger, Rabu, (15/1/20) siang.

Pendeta Jhon menegaskan, seseorang yang terus menerus mengkritik pendeta mereka, sama saja sedang melakukan sebuah dosa. “Sayangnya, saya tahu bahwa ada dari anggota-anggota gereja yang tampaknya menikmati untuk mengkritik pendeta mereka dan kadang-kadang mereka terus melakukannya kepada pendeta demi pendeta berikutnya. Saya tidak tahu mengapa hal itu mereka lakukan. mungkin mereka melakukannya untuk mendapatkan perhatian,” tegasnya.

Sebagai seorang hamba Tuhan Pdt Jhon Johannes mengatakan bahwa sikap suka mengkritik itu berbahaya bukan hanya kepada gereja sendiri karena menyebabkan pertikaian, namun juga kepada orang yang suka mengkritik, karena hati dan pikirannya akan tertutup dari Firman Tuhan.

Pdt Jhon Johannes, M.Th

“Tetapi apapun alasan dari mereka, hal itu tetaplah salah dan merupakan sebuah dosa di mata Tuhan. Hal itu bukan hanya menyebabkan pertikaian didalam gereja, namun juga hal itu memperlihatkan bahwa hati dan pikiran mereka tertutup dari kebenaran Firman Tuhan,” tandasnya.

Untuk itu, Pdt Jhon Johannes meminta setiap jemaat untuk dalam setiap kesempatan berdoa dan memberitahu hal ini kepada teman-teman mereka yang masih melakukan kritik terhadap para pendeta. Doakan dan bicaralah kepada mereka untuk tidak hanya menghindari kritik kepada pendeta mereka, namun juga untuk melakukan semua yang bisa mereka lakukan untuk mendukung dan membantu individu ini.

“Terutama mendorong mereka untuk berdoa bagi pendeta mereka. Berdoalah bagi gereja anda sendiri dan para pengerjanya. Supaya dapat seperti 1 Petrus 5:2 yaitu Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri,” pesan Pdt Jhon. *(Joka)

LEAVE A REPLY