Merianus Kaat Nyatakan Siap Maju Calon Bupati Alor

Merianus Kaat Nyatakan Siap Maju Calon Bupati Alor

0
41

Kalabahi – Alor, Semarak.News | Merianus Kaat, S.Pd, MM, begitu nama lengkap pengusaha sukses Alor yang nyatakan sikapnya untuk maju sebagai Calon Bupati Alor Periode 2024 – 2029 pada Pilkada Alor tahun 2023 mendatang. Sebagai salah satu kader Alor, dirinya ingin untuk terlibat dalam proses hajatan lima tahunan itu.

“Hari ini saya mengundang teman-teman wartawan tentu dengan maksud dan tujuan. Kita semua tahu, bahwa angin politik sudah mulai bertiup. Entah tiup kemana? Siapa yang tiup? Dan dari mana datangnya angin itu, tetapi saya mau katakan bahwa saya juga ingin masuk dalam tiupan angin itu,” ujar Merianus Kaat saat menggelar Jumpa Pers bersama wartawan di Restoran Aikoli Kang, Teluk Mutiara, Selasa, (16/6/20).

Pengusaha sukses 48 Tahun ini menyatakan, ingin melayani masyarakat adalah alasan sederhana yang memotivasinya untuk maju sebagai Calon Bupati Alor. Merianus Kaat dikenal pengusaha asal Alor Pantar yang sukses dalam usahanya sebagai kontraktor. Berkat usahanya, Ia bahkan membantu masyarakat desa membangun jalan dan jembatan penghubung kantong-kantong ekonomi secara sukarela.

“Saya hanya ingin untuk melayani masyarakat. Jadi kalau ada pertanyaan kenapa sudah sukses di swasta tetapi mau masuk ke politik? Ya..kalau saya tidak memiliki nilai lebih, maka saya tidak usah terlibat dalam politik. Sebab pada umumnya, orang-orang swasta itu selalu menawarkan nilai-nilai lebih termasuk saya,” ujar Merianus Kaat.

Ia menandaskan, ingin maju sebagai calon bupati juga bukan sekedar ikut ramai atau hanya mengisi kursi yang kosong, tetapi tidak demikian. Dengan potensi yang dimilikinya, dirinya ingin menawarkan nilai-nilai baru dalam pemerintahan melalui panggung politik yang ada.

“Nilai-nilai baru yang saya maksudkan adalah, saya akan melakukan apa yang belum dilakukan oleh Bupati Alor Drs. Amon Djobo dan Wakil Bupati Alor Imran Duru, S.Pd dalam pemerintahan ini. Apakah mereka sudah buat tetapi belum maksimal, ataukah belum buat karena anggaran tidak cukup, yang jelas itu yang akan kita buat nanti,” tandas Merianus yang didampingi istrinya Linda Wake Lulu, S.Pd.

Bakal Calon Bupati Alor Merianus Kaat, S.Pd, MM melakukan Jumpa Pers bersama wartawan di Restoran Aikoli Kang, Selasa, (16/6/20)

Sosok Merianus dengan latar belakang sebagai pengusaha swasta, yang bergerak di bidang ekonomi riil, meyakinkan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya terukur. Sebab dirinya sudah membangun ekonomi dari desa kurang lebih 12 tahun. Saat memulai membangun dari desa, dirinya menjelajahi hingga seluruh Alor, bahkan baik secara pribadi maupun secara perusahaan, ia sudah berkarya di 100 desa di kabupaten Alor.

“Itu artinya, representasi persoalan berhubungan dengan masyarakat di Alor saya tahu. Dan karena saya tahu, saya perihatin maka kadang-kadang saya berkorban untuk mereka. Cuma karena saya masih secara pribadi dengan kemampuan yang terbatas dari kekuasaan, bahkan finansial maka saya hanya buat apa yang saya bisa buat untuk Alor,” ungkapnya sembari menandaskan jika rakyat berkenan dan memiliki elektabilitas yang tinggi berdasarkan hasil survey untuk maju sebagai calon bupati Alor, maka dirinya akan melayani masyarakat secara maksimal.

Dirut CV. Ardy Prima ini melanjutkan, ada satu konsep yang sedang ia gagas, yaitu revolusi membangun ekonomi kerakyatan. Selain itu, konsep manajemen satu harga yang ia terapkan di kabupaten Sabu Raijua, NTT akan diterapkan juga di Alor dalam pemerintahannya bila terpilih menjadi bupati Alor.

“Jadi manajemen satu harga itu maksudnya, menjual kebutuhan pokok di desa dengan harga yang murah. Sehingga, masyarakat tidak perlu lagi membuang waktu ke kota, untuk membeli kebutuhan pokok dengan membuang biaya transportasi yang banyak. Pada intinya, adalah semua gagasan konsep pembangunan akan dibahas lebih detail ketika sudah mengerucut sebagai calon bupati Alor. Sekarang masih bakal calon. Sebab ada tim khusus yang kita bentuk untuk mendesain konsep ini,” katanya.

Merianus menguraikan, proses Pilkada Alor memang masih jauh. Namun sebagai pendatang baru di dunia politik maka dirinya agak sedikit curi start, tetapi tidak mengabaikan etika, norma bahkan budaya yang berlaku.

“Saya tidak bermaksud melakukan upaya mengganggu proses pemerintahan yang ada. Tetapi saya sangat mendukung pemerintahan Bupati Alor Amon Djobo dan Wakil Bupati Alor Imran Duru. Dan saya sangat yakin bahwa beliau berdua juga ingin ada kader-kader baru muncul dalam panggung politik Pilkada Alor nanti,” pungkasnya.

“Karena apa, yang namanya pemimpin atau yang namanya senior pasti punya kader. Dulu di kampus saya sering katakan seorang pemimpin dia harus siapkan kadernya tiga periode kepemimpinan. Yah, kita ingin ada kader baru yang turut mewarnai dalam pesta demokrasi nanti. Jadi hari ini saya nyatakan sikap saya bahwa saya ingin maju sebagai calon bupati Alor Tahun 2023 mendatang,” ujarnya lagi.

Ia memohon kepada wartawan untuk membantu publikasi informasi terkait maksud dan niatnya ini kepada khalayak masyarakat. Bila maksud dan niat ini didengar oleh komunitas warga dari berbagai latar belakang. “Prinsipnya adalah karena saya pendatang baru, maka saya pun memulai dengan baru dan saya tidak mau ketika dalam proses ini berjalan, kita mulai saling menjegal dengan cara-cara yang tidak santun. Kita harus menjunjung tinggi cara berpolitik secara santun,” imbuhnya.

Sebagai kader muda, lanjutnya, dirinya berharap kita-kita yang terlibat dalam politik nanti, kita harus berlakukan perilaku politik yang santun dan elegan, terutama harus mengacu pada semua nilai yang ada dalam diri kita.

“Saya juga ingin mengkomunikasikan lebih lanjut ke bawah. Sebab yang datang memotivasi dan mendorong saya untuk maju ini baru segelintir orang. Saya juga ingin menguji, apakah segelintir orang ini punya pemikiran sama dengan sebanyak orang yang belum datang atau tidak datang. Apakah elektabilitas saya diuji secara pribadi atau lembaga, tentu kita akan lihat kedepan nanti,” ungkapnya.

Untuk calon wakil bupati yang akan mendampinginya, kata Merianus, kita berasumsi bahwa ini sebuah politik, maka itu kita juga harus memunculkan pemain-pemain yang handal dengan memiliki kriteria tertentu, salah satu adalah elektabilitas hasil survey.

“Kalau partai tidak menjadi soal asalkan hasil survey meningkat. Sebab tentunya partai-partai dalam mengusung calonnya, juga melihat dari berbagai kriteria, seperti elektabilitas. Karena itu untuk calon wakil, saya sering katakan bahwa kita datang di pemerintahan ini bukan untuk memenuhi kekurangan kita yang ada. Anggaplah kita ini relawan yang siap melayani dalam kekurangan. Karena itu tentu melihat dari berbagai aspek. Seperti calon wakil yang tidak menunjukkan sikap ego, baik itu ego suku, budaya, agama bahkan ego kecerdasan, tetapi lebih mengedepankan kepentingan rakyat dan siap untuk melayani. Sebab jika memilih calon wakil yang memiliki sikap demikian akan menimbulkan biang konflik dan rakyatlah yang menjadi korban,” ungkap Merianus Kaat. *(Joka)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY