Kematian Babi di Alor Kini Mencapai 242 Ekor

Kematian Babi di Alor Kini Mencapai 242 Ekor

0
7

Kalabahi, Alor – Semarak.News | Kematian ternak babi di Kabupaten Alor Provinsi NTT sudah mencapai 242 ekor pada posisi saat ini.

Jumlah kematian ini cukup meningkat, pasalnya diakhir bulan Februari hingga awal Maret 2020 kematian ternak babi di Kabupaten Alor masih tercatat sebanyak 16 ekor.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Alor, Ir. C.G,Y. Millu yang dihubungi Wartawan di Kalabahi, Rabu (15/4/2020) menjelaskan, peningkatan kematian babi di Kabupaten Alor dalam hitungan satu bulan saja cukup tinggi.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Alor, Ir. Cinta Millu

Menurut Millu, pihaknya terus melakukan penangganan, namun hingga saat ini belum ada vaksinnya sebab diduga penyebab kematian babi ternak ini diakibatkan oleh virus ASF atau demam babi.

“Kalau penyakit hog cholera ada obatnya. Tetapi kalau ASF belum ada vaksinnya, sehingga kami kesulitan dalam penangganan,” jelas Millu sambil mengatakan, belum lama ini ada pertemuan di Bali oleh Dirjen membentuk tim untuk dapat meneliti vaksin untuk virus tersebut.

Millu melanjutkan, penyakit yang menyerang babi tersebut meski belum ada vaksinnya tetapi pihaknya terus melakukan sosialisasi baik langsung ke peternak juga melalui pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta gereja.

Millu mengatakan, sosialisasi tersebut diminta agar kandang tetap bersih dengan semprotan diinsektan, jika babi mati karena sakit langsung dikubur, demikian juga kalau ada sakit harus dipisahkan babinya antara yang sehat dan sakit, serta perlakuan dalam pemberian makan juga harus memberikan makanan yang sudah dimasak.

Hal penting lainnya yang diperhatikan masyarakat, ungkap Millu, dilarang masukkan ternak babi dari luar daerah atau membeli ternak babi harus diamati secara baik karena dikuatirkan sakit.

“Penyebaran virus babi ini cepat sekali, awalnya dari Kalabahi Tengah karena dapat daging les dari motongbang. Ada juga lewat daging sei,” jelas Millu.

Millu menambahkan, babi yang mati ini adalah babi ternak peranakan ras. Jumlah babi ternak ini populasinya cukup banyak, namun kalau digabungkan secara keseluruhan dengan babi kampung di Kabupaten Alor populasinya berdasarkan data tahun 2019 sebanyak 105.681 ekor. *(Joka/Osm Timor Daily)

Foto : Ilustrasi

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY