Kasus Penculikan Anak, Petrus: Kami Mohon Maaf

Kasus Penculikan Anak, Petrus: Kami Mohon Maaf

0
51

Kalabahi, Semarak.News | Kasus dugaan penculikan anak di Desa Air Mancur Kecamatan Alor Timur Laut (ATL), Senin (10/2/20) tidak benar. Peristiwa yang cukup menggegerkan publik melalui media sosial Facebook ternyata hanya kesalahpahaman.

Buntutnya, kedua pihak yakni terduga pelaku berinisial PB beserta keluarga dan keluarga anak yang disangkakan korban penculikan berdamai. Proses damai dimediasi oleh Kasat Reskrim Polres Alor, Iptu Yohanis Wila Mira usai permohonan maaf terbuka disampaikan Petrus Famanei.

“Saya Petrus Famanei mewakili keluarga kedua anak yang disangkakan sebagai korban penculikan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Bahwa peristiwa kemarin itu hanya kesalahpahaman saja. Sebenarnya, mama ini (PB, red) meminta bantuan dua anak ini. Tetapi karena mama dengan kondisi saat itu ada kain ikat di kepala, membuat dua anak ini ketakutan jadi mereka dua lari sambil teriak yang membuat massa berdatangan,” ucap Petrus Famanei.

Petrus Famanei menjelaskan, peristiwa ini cukup menggegerkan publik Alor. Menurutnya ini merupakan pembelajaran terhadapnya. “Ini suatu pembelajaran. Karena itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Alor, khususnya Desa Air Mancur agar jika terjadi hal seperti ini dikemudian hari, jangan secepatnya kita mengklaim sesuatu yang tidak benar,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakapolres Alor Kompol M. Arif Sadikin menegaskan tidak ada kasus penculikan anak di Desa Air Mancur, ATL. “Tidak ada kasus penculikan anak. Itu tidak benar, cuma salah paham saja,” tegas Wakapolres Alor Kompol M. Arif Sadikin saat diwawancarai wartawan di Polres Alor Selasa, (11/2/20) pagi.

Wakapolres Alor menjelaskan, kronologisnya ibu berinisial PB yang disangkakan menculik anak itu sedang jatuh sakit pada bagian kaki dan kepala. PB diduga mengalami kekerasan fisik oleh suaminya, kemudian ia ingin mencari orang (dukun urut) yang bisa mengobati sakitnya di Desa Air Mancur.

“Pada saat mencari-cari rumah tinggal dukun, PB menjumpai dua orang anak. Ia lalu meminta bantuan dua anak tersebut untuk mengantarkannya ke rumah dukun atau tukang urut yang ia cari. Mungkin karena kondisi ibu yang seperti begitu, dua orang anak ini justru lari. Satunya lari menuju persawahan satunya menuju perkampungan sambil teriak-teriak, jadi orang di kampung kira betul ada penculikan anak,” jelas Wakapolres Alor Arif Sadikin.

Arif Sadikin menyebut, pada saat anak tersebut lari sambil teriak-teriak situasi jadi panik sehingga membuat masa semakin banyak berdatangan. “Ya ibu itu sempat dihakimi oleh massa. Tapi beruntung karena ada anggota kami di Polsek ATL langsung amankan dia,” ungkap Sadikin.

Ia menghimbau kepada masyarakat bahwa tingkat kewaspadaan itu memang perlu. Jika ditemukan hal-hal demikian segera melaporkan ke polisi atau pihak berwenang untuk ditindaklanjuti. “Yah..jadi informasi penculikan anak itu tidak benar. Ini cuma kesalahpahaman saja, mana mungkin mama tua dengan kondisi kaki yang sudah sakit parah ko dia mau culik anak, itu tidak mungkin,” ujarnya. *(Joka)

Keterangan foto diatas adalah kedua pihak berdamai di Polres Alor usai permohonan maaf terbuka disampaikan oleh Petrus Famanei mewakili dua anak yang disangkakan sebagai korban penculikan. Namun itu tidak benar.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY