DPRD Alor Minta Pemda Revitalisasi MBR Wolibang

DPRD Alor Minta Pemda Revitalisasi MBR Wolibang

0
42

Kalabahi, Semarak.News | Kasus Proyek Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Wolibang Kecamatan Kabola, Alor kembali diungkit. Itu disampaikan Anggota DPRD Alor Fraksi Partai NasDem Denny Padabang saat diwawancarai wartawan di Kalabahi, (23/11/19).

Denny Padabang meminta Pemda Alor menindaklanjuti proyek perumahan MBR dengan melakukan revitalisasi agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kabola. Biaya revitalisasi perumahan tersebut adalah kebijakan pemerintah melalui APBD.

Kondisi perumahan MBR Wolibang Kecamatan Kabola Alor yang mubasir

“Ini kan kasihan. Masyarakat sudah memberikan lahan yang luas kepada pemerintah untuk dibangun rumah. Tetapi proyek tersebut kemudian mubasir. Saya kira pemerintah tindaklanjuti. Diperbaiki ulang supaya masyarakat bisa tinggal didalam. Kalau tidak bisa perbaiki bongkar saja sehingga masyarakat bisa manfaatkan lahan untuk tanam,” tandas Denny.

Denny menyatakan, kasus perumahan MBR Wolibang ini muncul dalam aspirasi masyarakat saat dirinya melakukan reses di Kabola beberapa waktu lalu. Aspirasi ini pun kemudian disampaikan melalui pemandangan umum fraksi partai Nasdem pada sidang paripurna RAPBD.

Dia menyebut, proyek perumahan MBR Wolibang sebelumnya tersandung kasus dan proses hukum pun sudah selesai. Oleh karena itu, dinas teknis yang mengelola bisa berkoordinasi dengan penegak hukum untuk mengetahui seperti apa tindaklanjut perumahan tersebut.

“Saya minta Dinas Perumahan untuk berkoordinasi dengan Kejaksaan Alor atau Kejati NTT. Kalau proses hukum sudah selesai maka pemerintah menindaklanjuti dengan kebijakan anggaran APBD untuk dilakukan perbaikan. Kenapa jadi sekian lama dibiarkan saja. Sehingga DPRD dengan Pemda bangun kesepakatan untuk tindaklanjuti seperti apa. Karena perumahan itu penting. Kecamatan Kabola sudah ada ditengah-tengah juga ada beberapa kantor UPT. Perumahan ini diperbaiki agar menunjang proses penyelenggaraan pemerintahan yang ada di Wolibang,” tegas Denny.

Dia mempertanyakan, kenapa  kasus perumahan MBR sudah sekian lama mubasir tetapi justru dibiarkan saja. “Saya sampaikan ini bukan untuk kepentingan pribadi saya tepai saya menyambung aspirasi masyarakat Kabola. Kasus MBR sudah ada proses hukum dan pihak-pihak yang bersalah juga sudah diproses hukum berarti sudah selesai. Maka itu Pemda perlu menindaklanjuti. Saya tidak salahkan siapa-siapa, tetapi memang Pemda perlu ambil langkah agar aset yang ada itu dapat bermanfaat,” tegasnya lagi.

Untuk diketahui, perumahan MBR Wolibang tersebut mubasir. Proyek ini diduga dikerjakan oleh PT Timor Pembangunan sekitar Tahun 2013 – 2014 dan pada Tahun 2015 Polda NTT menetapkan Dirut PT Timor Pembangunan Ronny Anggrek sebagai tersangka. *(Joka)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY