A-Expecs untuk Tenaga Ahli ASEAN yang Lebih Baik

Logo ASEAN (sumber : en.wikipedia.org)

Yogyakarta, Semarak.news – Asean Resource Center (ARC) Workshop on Formulating Conpept: A-Expecs yang akan dilaksanakan di Yogyakarta 18-21 September 2018 akan membahas terkait pembentukan bank data tenaga ahli dikalangan aparatur sipil negara dari negara-negara anggota Asean.

Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan delegasi Badan Kepegawaian instansi pemerintahan se-Asean yang tergabung dalam ASEAN Conference on Civil Matters (ACCSM) ini telah melakukan beberapa rangkaian kegiatan, seperti pembukaan lokakarya yang berlangsung di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, selasa malam.

Disela pembukaan acara itu, Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan akan mencoba membangun database (basis data) tenaga ahli yang tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga antarnegara ASEAN.

Dalam pertemuan ACCSM, Indonesia secara mendetail akan membahas komponen aplikasi Pool Expert on Civil Service (A-Expecs) berbasis website yang sedang dikembangkan oleh BKN untuk menjadi rumah (pool) bagi dara tenaga ahli atau pakar sektor publik di ASEAN bersama sembilan negara ASEAN lainnya.

Permasalahan tenaga ahli yang saat ini menjadi salah satu topik pembahasan utama diseluruh dunia dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 juga menjadi persoalan yang harus diselesaikan termasuk di Indonesia. Sehingga Pemerintah menargetkan memiliki basis data 4,3 ASN, namun hingga tahun ini baru terealisasi belasan ribu data ASN.

“Kita baru punya belasan ribu basis data tahun ini. Kita akan mencoba menggunakan CAT (ujian berbasis komputer) sehungga berbasis data 4,3 juta ASN bisa cepat tercapai,” kata Bima.

Ia menyebutkan, tenaga ahli pegawai Indonesia dapat bekerja di negara ASEAN lainnya ataupun sebaliknya. Beberapa poin yang akan dibahas dalam lokakarya tersebut mencakup aspek kriteria, area, mekanisme, hingga pengelolaan database tenaga ahli ASEAN.

Dengan adanya pembangunan A-Expecs tersebut, BKN selaku institusi pengelolaan manajemen kepegawaian menargetkan adanya kemajuan dan kesetaraan antarnegara ASEAN dalam sistem kepegawaian maupun peningkatan layanan publik.

Acara yang diselenggarakan di Yogyakarta tersebut didukung penuh oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengingat perkembangan zaman yang memaksa harus adanya peningkatan pembangunan SDM kepegawaian.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Sultan menyampaikan bahwa pertemuan yang dilakukan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh “ASEAN Resource Centre” agar dapat menjadi nilai tambah bagi sistem kepegawaian negara-negara ASEAN. (ZAH)

TINGGALKAN BALASAN